JAKARTA - Saat ini, smartphone kelas atas telah hampir seluruhnya menggunakan panel layar OLED. Samsung telah lebih dahulu menggunakan teknologi tersebut pada seri Galaxy S dan Galaxy Note. Sementara Apple baru akan menggunakannya pada iPhone terbaru.
Selain kedua merek di atas, Google juga juga menggunakan layar OLED untuk smartphone Pixel buatannya. Maka dari itu, permintaan untuk jenis layar OLED diprediksi akan terus meningkat.
Mengantisipasi hal tersebut, salah satu produsen layar asal Korea Selatan, LG, memiliki siasat untuk menambah jumlah produksinya. Divisi LG Display memutuskan untuk menginvestasikan 4 triliun won untuk mendirikan pabrik baru yang disebut P10.
Disitat dari Android Authority, Rabu (31/5/2017), pabrik produksi baru P10 itu nantinya akan membantu meningkatkan kapasitas produksi panel OLED. Laporan itu disampikan melalui The Investor dan mengklaim bahwa pabrik baru tersebut akan berdiri dan berjalan pada kuartal kedua 2018.
Selain itu, LG Display juga berencana meningkatkan produksi layar OLED pada dua pabrik saat ini, yaitu E5 dan E6. Hingga 2019, kapasitas produksi perusahaan diperkirakan sekira 120.000 unit per bulan.
LG Display tetap akan berada di belakang pemimpin pasar Samsung, yang bisa menghasilkan layar OLED dua kali lebih banyak setiap bulannya. Raksasa teknologi saat ini merupakan pemain besar di industri dengan market share lebih dari 95%.
Dominasi Samsung mungkin akan berubah dalam beberapa tahun ke depan karena LG Display dan juga beberapa perusahaan lainnya akan meningkatkan produksi panel OLED agar sesuai dengan permintaan.
(Kemas Irawan Nurrachman)