'Mesin Perang' Amerika Kini Diekspor ke China

Anton Suhartono, Jurnalis
Selasa 09 Mei 2017 10:03 WIB
Humvee C-Series diperkenalkan saat pameran Shanghai Auto Show 2017 beberapa waktu lalu (Humvee Export)
Share :

DETROIT - Kendaraan Humvee identik dengan militer Amerika Serikat. Mesin perang ini kerap terlihat dalam operasi-operasi militer AS di Timur Tengah dan lainnya. General Motors (GM) selaku produsen telah menyuntik mati Humvee atau Hummer H1 pada 2006, disusul dengan penutupan merek Hummer pada 2010.

Sadar popularitas Humvee masih tinggi, sebuah perusahaan AS bernama Humvee Export mengambil peran dengan mendistribusikan kendaraan Humvee C-Series versi sipil untuk diekspor ke China. Di balik perusahaan ini adalah pengusaha yang juga mantan Vice Chairman GM, Bob Lutz, serta perusahaan VLF Automotive. 

Presiden Humvee Export John Costin, seperti dikutip dari Car and Driver, mengatakan perusahaannya sudah meneken kerja sama dengan VLF untuk memproduksi C-Series di pabrik Michigan. Sementara perusahaan bernama AM General membuat aksesori kendaraan bongsor ini.

Sebenarnya Humvee Export sudah memasarkan Humvee C-Series ke beberapa negara. Untuk mengekspornya, Humvee Export bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan importir umum di berbagai negara dan China merupakan pasar terbarunya.

Uniknya, Humvee C-Series tidak bisa dijual di AS karena terbentur regulasi. Kendaraan ini tidak bisa mendapatkan sertifikasi sebagai kendaraan replika dari Humvee yang sudah diproduksi sejak 25 tahun lalu. Dampaknya, Lembaga Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan lembaga sertifikasi uji tabrak Low Volume Motor Vehicle Manufacturers Act tak bisa mengeluarkan sertifikat operasi kendaraan ini.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya