JAKARTA – Hujan merupakan peristiwa yang lumrah dan umum terjadi di dunia. Terjadinya hujan maupun hujan es yang belum lama ini terjadi di Tanah air, tak lepas dari peran awan yang merupakan gumpalan uap air yang terbentuk melalui serangkaian siklus hidrologi.
Dikutip dari berbagai sumber, awan terbentuk dari uap air yang meluap menjadi titik-titik air. Meski tampak serupa, rupanya awan juga memiliki beberapa jenis. Berikut jenis-jenis awan yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber.
Awan Rendah
Awan rendah merupakan awan yang terbentuk pada ketinggian kurang dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. Awan ini terbagi pada beberapa jenis yaitu Cumulus yang menyerupai bentuk kembang kol. Awan Cumulus lebih sering muncul pada musim kemarau atau saat langit dalam keadaan cerah.
Awan rendah juga memiliki jenis Stratus yang bisa menghasilkan hujan gerimis pada daerah tropis dan hujan es atau salju pada daerah yang beriklim subtropis.
Jenis lainnya yaitu Cumulonimbus yang berat dan padat menyerupai gunung. Awan ini paling ditakuti di dunia penerbangan, sebab bisa menimbulkan kecelakaan pesawat terbang. Selain itu, awan rendah juga memiliki jenis Stratocumulus yang tampak seperti bentuk sarang lebah.
Awan Sedang
Awan jenis sedang terbentuk pada ketinggian 6.500-20 ribu kaki di atas permukaan laut. Awan sedang terbagi pada tiga jenis yaitu Altostratus yang tipis dan berwarna abu-abu kebiruan dengan bentuk lembaran berserat menutupi langit secara total maupun sebagian.
Jenis lainnya yaitu Altocumulus yang berbentuk kecil dengan jumlah banyak dan jenis Nimbostratus yang berwarna abu-abu gelap dan dapat menyebabkan hujan deras secara terus menerus.
Awan Tinggi
Awan jenis tinggi merupakan awan yang terbentuk pada ketinggian lebih dari 20 ribu kaki di atas permukaan laut. Awan tinggi juga memiliki beberapa jenis yaitu awan Cirrus yang terlihat berwarna kuning saat matahari terbenam, awan Cirrostratus yang berbentuk seperti kelambu, serta awan Cirrocumulus yang bentuknya seperti ombak di pasir pantai.
(Kemas Irawan Nurrachman)