Sejauh ini uji coba di lokasi-lokasi tertentu, seperti kampus, berjalan mulus. Skuter ini sangat cocok digunakan oleh segala usia. Diharapkan pengoperasiannya kelak bisa mengurangi kebergantungan terhadap penggunaan mobil pribadi.
Kepala proyek skuter otonom NUS Marcelo Ang Jr mengungkapkan, skuter ini juga dapat terhubung atau menjalin komunikasi dengan kendaraan otonom lainnya. Saat ini sudah ada taksi otonom nuTonomy dan ke depannya juga akan diuji coba bus otonom.
Namun keunggulan skuter ini adalah bisa mengakses lokasi yang tidak mungkin dijangkau kendaraan roda empat atau lebih. Para ahli pun menjamin keamanannya dan tidak akan mengganggu orang lain.
"Lajunya sangat halus dan berjalan dengan sangat aman," timpal seorang mahasiswa yang menjajalnya, Kevin Xiangyu Hui.
Proyek skuter otonom juga merupakan hasil kerja sama dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) serta Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART). Saat ini sekuter canggih itu masih dalam pengembangan dan belum akan dijual.
(Dian AF)