TIANJING - Penanganan terhadap Galaxy Note 7 tampaknya tidak merata. Bagaimana tidak, masih ada Galaxy Note 7 yang meledak dan kali ini terjadi di China.
Dilaporkan The New York Times, Rabu (19/10/2016), insiden bermula ketika Zhang Sitong sedang menyimpan nomor ponsel temannya di smartphone Galaxy Note 7 miliknya dan mendapati Galaxy Note 7 mulai bergetar dan mengeluarkan asap. Mengetahui hal itu, ia kemudian melempar Galaxy Note 7 ke tanah dan mengatakan kepada temannya untuk mengabadikannya.
Dua karyawan Samsung Electronics muncul di rumahnya hari itu, kata dia menawarkan Galaxy Note 7 baru dan dana kompensasi sebesar USD900 dengan ketentuan, ia harus menyimpan video pribadi itu. Zhang pun dilaporkan marah dan menolaknya.
Beberapa pekan sebelumnya, bahkan saat Samsung menarik lebih dari dua juta Galaxy Note 7 di Amerika Serikat (AS) dan di tempat lain, perusahaan asal Korea Selatan meyakinkan bahwa ponsel itu aman.
"Mereka mengatakan tidak ada masalah dengan ponsel di China. Itu sebabnya saya membeli Samsung," kata Zhang.
Belum pulih kepercayaan konsumen, Samsung kini tampaknya harus menghadapi konsumen di China. Selasa lalu, broadcaster China, China Central Television atau CCTV, mengkritik cara Samsung menguji ponselnya dan menanyakan klaim bahwa ponsel aman dan terpercaya merupakan kebohongan.
"Jika Samsung terus melanggar hak-hak dan kepentingan konsumen China yang sah dan terus menolak untuk membuat masyarakat sampel yang digunakan dalam proses pengujian serta proses itu sendiri, yang membantu konsumen China menemukan kebenaran?" kata laporan CCTV.
Dalam sebuah pernyataan, Samsung mengatakan, "Ingin mohon maaf atas kesalahpahaman ini karena komunikasi yang tidak jelas dalam proses." Dikatakan kontrol kualitas sama di semua negara. "Untuk Samsung, China merupakan salah satu pasar yang paling penting dan tujuang penting bagi investasi asing," tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)