1. Konstruksinya lebih rumit karena adanya sistem katup.
2. Bobot mesin untuk setiap satuan daya yang dihasilkan lebih besar.
3. Daya yang dihasilkan lebih kecil karena pada setiap langkah atau dua putaran poros engkol hanya terjadi satu kali usaha atau ekspansi.
4. Getaran yang terjadi lebih besar.
5. Sistem pelumasan harus sempurna agar mesin lebih awet.
(Anton Suhartono)