Model prototipe pertama dikembangkan pada 2011 yang disebut dengan Transition. Mobil itu bisa mengangkut dua orang. Jika diproduksi, diperkirakan harganya USD279 ribu atau sekira Rp3,8 miliar.
Lalu pada awal 2015, Terrafugia kembali membuat mobil terbang terbarunya yang disebut TF-X. Bedanya, desain mobil ini lebih futuristis dengan sayap di atap yang seolah seperti pintu mobil. Setiap sayap memiliki motor listrik bertenaga 300 hp yang dapat mengubah arah kendaraan.
Sementara kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan 322 kilometer per jam dan mampu terbang menjelajah sejauh 805 kilometer. Sistem pengendaliannya pun sudah semi-otomatis. Pengendara tinggal mengatur tujuan sebelum berangkat, lalu kendaraan akan menuju lokasi secara otomatis.
Namun untuk bisa menggunakan TF-X, pengendara harus memiliki surat izin terbang dan harus memiliki pengalaman minimal 20 jam terbang. Terrafugia menargetkan akan menjual TF-X sebelum 2018.
(Dian AF)