Mengenal Ponsel Palsu, Replika, Supercopy, hingga KW1

Advent Jose, Jurnalis
Jum'at 11 September 2015 08:02 WIB
ilustrasi (foto : Mashable)
Share :

HDC juga, dilanjutkan Lucky, lazimnya memasarkan produknya dengan brand HDC. Lengkap disertai dengan tipe serta nama produk atau brand ternama yang menjadi tiruannya. Hanya saja nama depanya ditambahkan dengan embel-embel HDC.

Dalam hal penyebutan ponsel-ponsel replika, menurut Lucky, tampaknya tidak ada perbedaan maksud. Ponsel replika kerap juga disebut dengan, supercopy, palsu, atau produk KW1, tiruan, dan lainnya. “Intinya adalah semuanya palsu,” tegas Lucky kepada Okezone, Kamis (10/9/2015).

Hanya saja dalam beberapa kasus, ponsel-ponsel tersebut agaknya memang memiliki tingkatan (grade) tersendiri, dimulai dari segi desain, hingga tingkat built quality (material) dari ponsel tersebut. Dalam kasus Prasetyo, dia menyebut ponsel Mi4 yang dibeli memiliki grade A+++, sebab desainnya sangat bagus dan mirip dengan aslinya.

Lucky melanjutkan, sebenarnya cara membedakan ponsel tiruan ini cukup mudah, pertama pengguna memang harus mengenal dulu seperti apa smartphone aslinya. Namun apabila tidak pernah melihat barang aslinya, kata Lucky, hal pertama sebelum deal untuk membeli, adalah melakukan factory reset atau menjalankan aplikasi pembaca keaslinya smartphone.

“Beberapa brand yang smartphone-nya kerap dipalsukan, biasa memiliki tools khusus dari website mereka, untuk mengecek keaslian smartphone yang mereka jual,” ucap Lucky lagi.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya