Toko Online Menjamur, Bencana bagi Konter HP

Wahyu Noor Hasan, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2015 17:23 WIB
Ilustrasi salah satu toko handphone di Jakarta (foto: suntermall.com)
Share :

Tetapi tidak dimungkiri, banyak pelanggannya lari atau beralih ke toko online. “Saya tidak mungkiri, teknologi sekarang pesat, jual-beli online perlahan mengikis bisnis ini (fisik),” ungkap Zaenal ketika disambangi Okezone, beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Zaenal, sejak 2009 pendapatan dari hasil berjualan handphone cukup besar, apalagi ponsel bekas yang untungnya bisa dua kali lipat. “Sekarang sepi, kebanyakan yang datang hanya lihat-lihat dan cek harga. Sakarang yang ramai justru toko aksesori, termasuk jasa servis handphone,” tuturnya.

Okezone pun merasakan atmosfer berbeda ketika lima sampai tujuh tahun lalu saat berkunjung ke mal-mal. Sekarang penjaga toko lebih banyak termenung, membaca koran, bercengkerama sesama pedagang atau asik dengan ponselnya sendiri. Tidak banyak aktivitas jual-beli di sana.

Roxy Mas Tetap Idola

Berbeda dengan Mal Ambasador, Lala Sopalau selaku Divisi Staff Customer Relation Tenant di Roxy Mas, Jakarta (pengelola gedung Roxy Mas), menyadari pertumbuhan bisnis online pesat, tetapi bukan berarti offline akan ditinggal pelanggan. Kepercayaan menjadi alasan utama pembeli untuk datang langsung ke toko tradisional.

“Orang terkadang lebih nyaman langsung lihat fisik, berbeda dengan online yang harus bersitegang ketika produk yang dijual dengan yang diantar tidak sama,” jelas Lala.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya