Garuk Tanah Bersama Yamaha WR250R

Septian Pamungkas, Jurnalis
Selasa 24 Februari 2015 11:36 WIB
F: Tes ride Yamaha WR250R di Sirkuit Motocross PP Pondok Cabe (Okezone)
Share :

TANGERANG - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberi kesempatan bagi media dan komunitas untuk mencoba performa motor trail Yamaha WR250R. Sesi test ride digelar di Sirkuit Motocross PP Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu 22 Februari 2015.

Tiga unit WR250R disiapkan sebagai media test ride. Dikarenakan hanya ditawarkan dalam satu pilihan warna yakni race blue, maka sesi test ride kali ini terlihat seragam.

Sebelum menunggangi motor dual-purpose ini, Okezone lebih dulu mengenakan safety gear berupa helm motocross, pelindung dada, sikut dan lutut, sarung tangan, serta sepatu.

Saat tiba giliran untuk memacu motor yang didatangkan langsung dari Jepang ini, rasa ragu tiba-tiba muncul. Pasalnya, motor yang spesifikasinya sama dengan yang dipasarkan di Eropa tersebut cukup tinggi.

Dengan ketinggian jok ke tanah mencapai 930 milimeter (mm), Okezone yang memiliki tinggi 175 sentimeter (cm) harus menjinjit. Beberapa rekan media yang memiliki tinggi di bawah Okezone tampak kesulitan untuk menguasai motor penggaruk tanah ini dan menggunakan bantuan berupa standar paddock trail agar kaki bisa menapak dan menopang motor berbobot 134 kilogram (kg) tersebut.

Dalam sesi tes kali ini setiap peserta tes hanya diberi kesempatan dua putaran. Meski singkat, rasanya cukup untuk mengobati rasa penasaran. Dikawal instruktur yang menggunakan skutik Yamaha X-Ride, putaran pertama dilakukan untuk mengenal trek sekaligus beradaptasi dengan tunggangan.

Saat motor mulai dipacu, rasa ragu itu seketika sirna, sebab motor ini terasa mudah dikendalikan. Adrenalin pun langsung terpacu saat gas secara spontan dibetot. Rasanya seperti dijambak ke belakang karena tenaga mesin begitu responsif dan agresif.

Sebagai permulaan, di lap pertama motor dipacu dengan kecepatan sedang meski begitu konsentrasi tinggi tetap dijaga karena trek yang dilalui bisa dibilang tidak mudah. Kontur tanahnya bervariasi, ada yang kering, berlumpur, dan gembur. Sementara rintangan yang dilalui berupa gundukan tanah dengan ketinggian yang bervariasi.

Di putaran kedua, Okezone mulai berani untuk meningkatkan kecepatan WR250R. Melewati lintasan bergelombang dengan kecepatan 50-60 kilometer per jam (kpj), motor ini terasa begitu mudah dikendalikan. Hal itu berkat rangka utama dan arm belakang yang menggunakan material alumunium yang ringan.

Selain itu, motor ini juga didukung suspensi mumpuni berupa upside down front fork di depan yang dapat diatur ketinggiannya, begitupun pada suspensi monocross di belakang. Sektor roda juga mendukung kenyamanan berkendara. Di bagian depan menggunakan ban pacul berukuran 80/100-21M/C 51P dan belakang 120/80-18M/C 62P.

Saat melibas rintangan berupa gundukan tanah, motor ini dapat dengan mudah diajak "terbang". Tenaga yang dikeluarkan mesin berkonfigurasi 4-Tak DOHC 4 katup silinder tunggal ini cukup besar. Daya yang mampu diembuskan jantung mekanis ini mencapai 30,2 tenaga kuda pada putaran 10.000 dengan torsi 23,7 Nm pada 8.000 rpm.

Sayang, waktu tes telah usai dan harus bergantian dengan awak media lain. Padahal jika diberi kesempatan minimal dua putaran lagi, banyak hal yang bisa dieksplorasi dari motor ini.

Sebagai informasi, Yamaha WR250R telah mengawali debut saat gelaran Indonesia Motorcycle Show 2014 bersama Yamaha MT-09. Motor serbabisa ini ditawarkan dengan harga Rp93 juta on the road Jakarta.

Berikut ini spesifikasi Yamaha WR250R 2015:

Engine

Engine type: liquid-cooled, 4-stroke, DOHC, 4-valves, forward-inclined single cylinder

Displacement: 250 cc

Bore x stroke: 77.0 mm x 53.6 mm

Compression ratio: 11.8 : 1

Maximum power: 22.6 kW (30.7PS) @10,000 rpm

Maximum torque: 23.7 Nm (2.42 kg-m) @8,000 rpm

Lubrication: system wet sump

Clutch Type: Wet, multiple-disc coil spring

Carburettor: Electronic Fuel Injection

Ignition: system TCI

Starter: system electric

Transmission: system constant mesh, 6-speed

Final transmission: chain

Chassis

Frame: Semi-double cradle

Front suspension: system upside-down telescopic fork

Front travel: 270 mm

Caster Angle: 26º

Trail: 111 mm

Rear suspension: system Swingarm, (link suspension)

Rear Travel: 270 mm

Front brake: Single Disc, Ø 250 mm

Rear brake: Single Disc, Ø 230 mm

Front tyre: 80/100-21M/C 51P

Rear tyre: 120/80-18M/C 62P

Dimensions

Overall length: 2,180 mm

Overall width: 810 mm

Overall height: 1,230 mm

Seat height: 930 mm

Wheel base: 1,420 mm

Minimum ground clearance: 300 mm

Wet weight (including full oil and fuel tank): 134 kg

Fuel tank capacity: 7.6 litres

Oil tank capacity: 1.5 litres.

(Septian Pamungkas)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya