JAKARTA - Tidak lengkap rasanya jika test ride All New Honda PCX 150 hanya di dalam kota. Okezone pun memilih perjalanan singkat dari Jakarta menuju Puncak Bogor, Jawa Barat.
Saat pertama kali duduk di atas jok All New PCX 150 rasanya nyaman. Ukuran joknya lebar dan busanya cukup empuk. Bagi Okezone, skutik ini mudah dikendarai karena memiliki posisi berkendara yang nyaman berkat jok lebar, pijakan luas dengan ketinggian yang pas serta model setang lebar khas motor touring.
Meski bodinya bongsor, skutik seharga Rp38,8 juta ini cukup lincah di tengah kemacetan dan memiliki handling mantap saat bermanuver. Berkendara makin asyik karena PCX memiliki ruang pijakan kaki yang cukup panjang sehingga posisi kaki bisa "solonjoran".
Saat memasuki jalan menanjak khas pegunungan, mesin 4-Tak SOHC 152,9 cc milik All New PCX 150 dinilai cukup handal meski berboncengan. Tenaga mesin sebesar 12,9 hp pada putaran 8.500 rpm dengan torsi 13,1 Nm pada 5.500 rpm terasa menendang. Tanjakan pun bukan masalah besar untuk skutik ini.
Ketika di jalan mendatar dengan kondisi lengang, mencapai kecepatan 100 kpj terasa cepat digapai meski berboncengan. Hanya saja untuk meningkatkan kecepatan lebih tinggi lagi terasa sulit.
Sistem pengereman skutik ini cukup mumpuni berkat fitur combi brake hidrolis dengan 3 kaliper. Hanya saja tuas skutik ini lebih kecil dari tuas skutik Honda pada umumnya di Indonesia. Ini hanya soal kebiasaan saja.
Berkendara di malam hari tentu bukan masalah bagi skutik yang didatangkan langsung dari Thailand ini. Pasalnya All New PCX telah menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED) pada lampu besar depan, lampu sein, lampu senja, serta pada lampu belakang yang terpisah dengan lampu sein.
Lampu jenis ini diklaim mampu memberikan penerangan yang lebih baik bagi pengendara karena 80 persen lebih terang dibanding lampu biasa. Selain itu pemakaian daya listrik lebih hemat 80 persen dibanding pemakaian lampu biasa.
Perjalanan Jakarta-Puncak pergi pulang menempuh jarak hingga sekira 150 kilometer. Meski berjam-jam di atas motor boncenger mengaku tidak terlalu capek karena posisinya cukup nyaman. Hal ini berkat jok lebar dan posisi foot step yang dinilai sesuai kebutuhan penumpang.
(Septian Pamungkas)