Artefak 6.000 Tahun Bukti Baru Sejarah Inggris

Wahyu Noor Hasan, Jurnalis
Jum'at 02 Januari 2015 16:43 WIB
Artefak 6.000 Tahun Bukti Baru Sejarah Inggris (Foto: Sciencealert)
Share :

LONDON – Beberapa artefak peninggalan sejarah 6 ribu tahun lalu yang ditemukan di dekat Stonehenge, Inggris, dikatakan para peneliti bisa digunakan sebagai bukti baru yang sangat kuat untuk menulis ulang sejarah dari negara yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth tersebut.

Para arkeolog mengungkapkan, temuan ini adalah hasil dari galian di sekitar area sejarah Stonehenge. Pada wilayah ini juga dinyatakan telah ada kehidupan sosial yang lama, dan diprediksi kehidupan tersebut ada sejak 1.000 tahun sebelum zaman batu monumental ditempatkan.

Dalam penggalian yang berlangsung selama 12 bulan tersebut ditemukan sebanyak 15 struktur artefak yang terkubur di wilayah batu monumental Stonehenge. Selain itu, terdapat susunan batu monumental dalam bentuk cincin yang ikut menguatkan penemuan besar ini.

Dikutip dari Sciencealert, Jumat (2/1/2015), para peneliti dari Universitas Inggris of Buckingham telah menemukan tulang hewan, alat-alat batu, dan sampel arang dari sebuah situs di Blick Mead, sekira 2 kilometer dari Monumen Stonehenge.

Penemuan ini dianggap menjadi bukti untuk memperkuat bahwa ada kehidupan yang berjalan di lokasi tersebut sekira 4.000 tahun sebelum masehi (SM), bahkan kehidupan sebelum Stonehenge didirikan. Para arkeolog berpikir bahwa Stonehenge baru ada antara 1.500 dan 3.000 SM.

“Prasejarah di Inggris mungkin harus ditulis ulang,” jelas David Jacques, pemimpin penggalian.

“Ini merupakan yang terbaru mesolithic perkemahan yang pernah ditemukan di Inggris. Situs Blick Mead menghubungkan kelompok pengumpul pemburu awal kembali ke Inggris setelah zaman es ke daerah Stonehenge semua jalan melalui ke neolitikum di akhir 5 SM millennium,” tambah David.

Sayangnya, para arkeolog mengungkapkan bahwa situs yang ditemukan sekarang mengalami ancaman kerusakan. Pasalnya, wilayah Stonehenge kini dibangun sebuah terowongan bawah tanah, dan dikhawatirkan dapat mengganggu berdirinya situs tua tersebut.

“Kami satu-satunya kesempatan untuk mencari tahu tentang bab awal sejarah Inggris, namun bisa rusak jika terowongan berjalan di depan,” tutup David.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya