JAKARTA - Berpolitik bukan satu-satunya jalan untuk dapat mencapai kursi kementerian Republik Indonesia. Kualitas seseorang bisa berbicara lebih lantang ketimbang kuasa dan dukungan dari partai politik yang meraup suara besar.
Hal tersebut sudah terbukti dan dibuktikan oleh salah satu menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yakni Gusti Muhammad Hatta sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Pria yang berkampung halaman di Banjarmasin ini tak ikut berpolitik, tak ingin berpolitik, namun berhasil menduduki dua kursi di kementerian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama dua periode. Sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada periode 2004-2009, serta Menteri Riset dan Teknologi di periode 2009-2014.
“Pribadi saya tidak suka politik, terus terang saya tidak suka tuh,” ujarnya mengungkap tidak ada ketertarikan dirinya pada dunia politik. Karena baginya, dunia politik itu begitu keras yang saling sikut demi mencapai kekuasaan dan kedudukan. Ia sungguh tak menyukainya.
Kendati demikian, Gusti mengaku kerap mendapat tawaran untuk ‘bermain-main’ di ranah politik. Ada beberapa partai yang tertarik untuk menariknya menjadi kader, dan berniat mencalonkan namanya sebagai wakil rakyat kelak. Namun Gusti menolaknya mentah-mentah.
“Saya pernah juga ditawarkan, tapi nggak ikut saya. Ada saja beberapa partai nawari saya itu,” kisahnya. Ia menolak dengan alasan, “Saya tidak bisa (berpolitik),” jelas Gusti saat berbincang-bincang dengan Okezone.com di kantor Kemenristek.
Gusti mengatakan jika dirinya lebih senang berkegiatan sosial ketimbang berpolitik. Karena dengan berkegiatan sosial ia bisa bertemu dan membantu orang banyak. Dirinya juga menyatakan lebih senang untuk kembali ke dunianya yang lama, yakni menjadi dosen di Universitas Lambung Mangkurat.
Di sela-sela penolakan ia terhadap dunia politik, pria yang menyukai Soto Banjar ini juga pernah tercebur di dunia politik. Disadarinya atau tidak. Yakni ketika dirinya mencalonkan diri sebagai rektor Universitas Lambung Mangkurat di Kalimantan. Pada saat pemilihan raya di kampusnya, Gusti mendapat suara 69 koma sekian persen dari total sepuluh kandidat calon rektor. Namun dirinya gagal menjadi rektor karena merasa dicurangi oleh rivalnya.
Tuhan memang benar-benar tidak tidur. Kalah di politik kampus untuk menjadi rektor, Gusti Muhammad Hatta mendapatkan jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri Riset dan Teknologi tanpa berpolitik.
(Amril Amarullah (Okezone))