Ambisi Fairfax Kuasai 100% Saham BlackBerry

Ayunda W Savitri, Jurnalis
Selasa 24 September 2013 10:24 WIB
BlackBerry (Foto: Reuters)
Share :

WATERLOO – BlackBerry tengah berjuang untuk bangkit dari penyakit yang telah lama menggerogotinya. Pembuat smartphone asal Kanada ini lama terkapar dan akhirnya menyerah dengan menjual sahamnya kepada perusahaan asuransi dan investasi, Fairfax Financial Holdings.

Sebagaimana diketahui, pada Senin 23 September lalu perusahaan mengumumkan angka kesepakatannya dengan pemegang saham perusahaan tersebut di Kanada senilai USD4,7 miliar atau sekira Rp33,7 triliun (kurs 1 USD=Rp11.440).

Kesepakatan itu kian nyata setelah bos Fairfax menandatangani letter of intent dengan petinggi BlackBerry atas kesediaannya membayar USD9 per lembar saham secara tunai untuk 90 persen saham perusahaan.

Disitat dari New York Times, Selasa (24/9/2013), saat ini Fairfax sudah memiliki 10 persen saham BlackBerry dan masih berambisi untuk memenangkan 90 persen sisanya. Sungguh menyayat hati ketika smartphone yang pernah memiliki nilai pasar saham hingga USD83 miliar pada 2008 itu perlahan jatuh tak berdaya seperti sekarang.

Tawaran tersebut datang setelah BlackBerry mengumumkan bahwa pihaknya merugi hampir USD1 miliar dari lini ponsel pintar BlackBerry 10 (BB 10) yang semula diharapkan dapat menyelamatkan nyawanya. Selain itu, perusahaan juga menguraikan rencananya untuk memangkas 40 persen dari jumlah karyawannya lagi atau sekira 4.500 orang.

Dalam persaingan dengan para pemegang saham lainnya pada Maret lalu, eksekutif Fairfax V. Prem Watsa mengatakan, pihaknya bersedia membayar dengan harga USD17 untuk saham BlackBerry. Meski pernyataan tersebut dipandang sinis oleh beberapa analis yang meragukan bagaimana kelompok Fairfax bisa mencegah penurunan atau menstabilkan saham si pembuat ponsel itu lagi.

“Minggu lalu mereka mengumumkan untuk meninggalkan bisnis handset, tetapi melihat kemungkinan adanya alih kepemilikan itu rupanya mereka masih ingin mencoba berusaha lebih kuat lagi untuk melawan kompetitornya,” ujar analis telekomunikasi, Jan Dawson.

Mengingat tingginya risiko berinvestasi di BlackBerry, penasihat keuangan yang seringkali jasanya digunakan oleh Warren Buffet, Byron D. Trott pun memperingatkan petinggi Fairfax agar berpikir panjang sebelum membeli BlackBerry.

Akan tetapi yang jelas, Fairfax sudah siap menggelontorkan banyak uang tunai untuk membeli seluruh saham BlackBerry. Tak tanggung-tanggung, pihaknya juga akan membebaskan utang BlackBerry sekira USD2,6 miliar pada kuartal akhir 2013.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya