WASHINGTON - Ilmuwan mengetahui bahwa Matahari menjadi aktif pada 12 Mei 2013. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengatakan fenomena letupan ini sebagai ledakan solar terkuat yang pernah terjadi di tahun ini.
Dilansir Universetoday, Selasa (14/5/2013), Matahari menjadi aktif pada 12 Mei 2013, di mana NASA menyebut fenomena ini sebagai ledakan surya "signifikan". Ilmuwan mengklasifikasi tingkat letupan besar ini dengan X1.7, yang merupakan ledakan surya terbesar di 2013.
Terkini, ilmuwan mengukur kekuatan letupan menjadi lebih kuat mencapai tingkat X2.8. Kedua letupan yang pernah muncul ini terjadi di luar bagian tubuh Matahari. Ilmuwan mengaitkan fenoman letupan surya dengan fenomena Matahari lainnya seperti coronal mass ejection (CME). CME merupakan pelepasan material surya ke luar angkasa.
Pelepasan material ini kabarnya bisa mengganggu sistem kerja satelit dan berdampak pada masalah navigasi global serta sistem komunikasi. Akan tetapi, menurut SpaceWeather.com, tidak ada CME yang menerpa planet.
Kendati demikian, pesawat luar angkasa Spitzer dan NASA Epoxi STEREO-B dikhawatirkan akan mengalami gangguan apabila terkena CME tersebut pada 15-16 Mei 2013. Diketahui CME bisa melesat dengan kecepatan 1.930 kilometer per detik di luar angkasa.
Untuk mencegah kerusakan, tim NASA bisa menempatkan pesawat luar angkasa pada modus aman atau 'safe mode' untuk melindungi instrumen.
(Fetra Hariandja)