Dianggap Punah, Kelomang Eksis di Perairan Karibia

Ayunda W Savitri, Jurnalis
Rabu 10 April 2013 08:31 WIB
Kelomang (Foto: NBCnews)
Share :

WASHINGTON – Sebuah kapal selam baru-baru ini menemukan sebuah spesies kelomang yang sebelumnya diketahui sudah punah lebih dari satu abad yang lalu. Awak kapal kemudian mengambil beberapa spesies ini yang dikenal sebagai Pylopagurus discoidalis, dari Karibia untuk dibawa ke akuarium.

“Ini pertama kalinya saya melihat hewan ini secara langsung dalam keadaan hidup dan pengunjung akuarium pun dapat melihatnya,” kata seorang peneliti yang juga ahli zoologi di Smithsonian Institute’s National Museum of Natural Histrory di Amerika Serikat (AS), Rafael Lemaitre.

Dilansir NBCnews, Selasa (9/4/2013), seperti kelomang lainnya, mereka hidup dalam cangkang kerang yang dihasilkan oleh hewan lain khususnya moluska. Mereka harus memilih dengan hati-hati untuk menemukan cangkang kerang yang cocok dengan bentuk tubuhnya.

Adapun bentuk yang paling mencolok dari hewan tersebut adalah chelae, sebuah perisai yang memungkinkannya untuk menutup cangkangnya saat dalam keadaan bahaya. Selain itu, bagian ujung cangkang ini juga dapat tertutup oleh kelomang sehingga akan terlihat seperti ekornya.

Tidak banyak yang dapat diungkap mengenai bagaimana kehidupan sehari-hari dari kelomang kecil. “Kami hanya tau sedikit bagaimana kehidupan biologi spesies ini dan mustahil untuk dapat mengetahuinya secara detil apabila tidak dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Secara distribusi geografis pun mereka pun ada dasar laut yang sulit dijangkau seperti sebagian besar spesies invertebrata pada umumnya,” kata Lemaitre.

Selama ini ilmuwan mengumpulkan beberapa sampel spesies kepiting yang sudah mati untuk mengambil DNA mereka dan dianalisis untuk dapat memahami evolusi sejarah.

Wikipedia menginformasikan, kelomang (kepiting pertapa) adalah krustasea dekapod dari superfamili Paguroidea. Sebagian besar spesies memiliki perut spiral melengkung yang panjang dan lembut sehingga perlu dilindungi. Kelomang akan bersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong untuk dibawa-bawa kemana pun ia pergi.

Karena kelomang akan terus bertumbuh, maka ia harus menemukan cangkang yang lebih besar lagi dan meninggalkan cangkang sebelumnya. Kebiasaan hidup seperti ini menyebabkan ia populer dikenal sebagai “kepiting pertapa”.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya