CALIFORNIA - Robot Curiosity senilai USD2,6 miliar yang dikembangkan National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk mencari bukti kehidupan di Mars, baru-baru ini melakukan aktivitas terbarunya. Robot yang bergerak dengan enam buah roda itu mengangkut dan mengumpulkan sampel batuan dasar di Mars.
Dilansir Marsdaily, Senin (11/2/2013), rover Curiosity milik NASA untuk pertama kalinya menggunakan mesin bor di ujung lengan robot untuk melubangi bagian permukaan batuan di Mars. Kemudian, Curisoty pertama kalinya mengumpulkan sampel material Mars tersebut.
Lubang yang masih menganga ini berukuran lebar 0,63 inci (1,6 centimeter). Kedalaman lubang itu diperkirakan mencapai 2,5 inci (6,4 centimeter). Kabarnya, data mengenai material Mars ini akan dikirimkan ke Bumi pada Sabtu, pekan ini.
Batu ini diyakini memegang bukti tentang lingkungan basah yang pernah ada di planet merah tersebut. Guna membuktikkan dugaan tersebut, Curiosity akan menggunakan instrumen laboratorium untuk menganalisis serbuk batu yang terkumpul.
"Robot planet paling canggih yang pernah dirancang sekarang menjadi laboratorium analisis sepenuhnya di Mars," ungkap John Grunsfeld, NASA Associate Administrator. Ia mengatakan, ini merupakan tonggak prestasi terbesar bagi tim Curiosity sejak mendaratnya robot mutakhir tersebut di Agustus tahun lalu.
Untuk beberapa hari ke depan, perangkat controller tanah akan memerintahkan lengan Curiosity untuk membawa sejumlah tahapan untuk memroses sampel. Setelah itu, mengirimkan porsi sampel ke bagian instrumen dalam Curiosity.
"Kami memerintahkan pengeboran penuh pertama kalinya. Kami percaya kami mengumpulkan material yang cukup dari batu hingga mencapai tujuan kami dari hardware serta peletakkan sampel," jelas Avi Okon dari NASA Jet Propulsion Laboratory.
(Fetra Hariandja)