Peneliti Telusuri Kekerabatan Manusia Purba Asia

Ahmad Luthfi, Jurnalis
Rabu 23 Januari 2013 09:07 WIB
(Foto: BBC)
Share :

BEIJING - Peneliti baru-baru ini mengungkap temuan bahwa manusia modern awal yang menetap di China, memiliki kekerabatan erat dengan nenek moyang manusia Asia dan penduduk asli Amerika saat ini.

Dilansir BBC, Selasa (22/1/2013), bukti ini muncul melalui analisis DNA terkait fosil tulang kaki berusia 40 ribu tahun. Fosil tersebut ditemukan di gua dekat Beijing.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal PNAS ini menunjukkan, manusia modern awal yang menetap di dataran China memiliki hubungan dengan manusia purba di wilayah Eurasia.

Fosil yang ditemukan di Eurasia ini berusia antara 40.000 sampai 50.000 tahun lalu. Peneliti juga masih meneliti mengenai hubungan antara manusia modern awal ini dengan populasi Homo Sapiens.

Untuk membuktikan adanya keterkaitan antara manusia modern awal yang menetap di China dengan nenek moyang manusia Asia dan penduduk asli Amerika, tim menggunakan teknik ekstraksi material genetik.

Teknik ekstraksi material genetik itu berasal dari tulang kaki manusia purba yang ditemukan di 2003. Fosil ini ditemukan di situs Gua Tianyuan di luar Beijing.

Peneliti mengekstraksi tipe DNA yang ditemukan dalam inti sel (DNA nuklir) dan materi genetik dari sel powerhouses, yang dikenal dengan sebutan mitochondria. Mereka menggunaka nteknik baru yang dapat mengidentifikasi informasi genetik kuno dari temuan arkeolog.

Analisis DNA tersebut menunjukkan ada hubungan kerabat antara nenek moyang manusia Asia saat ini dengan penduduk asli Amerika. Analisis juga menunjukkan bahwa fosil telah terpisah dari hubungan kekerabatan nenek moyang Eropa saat ini.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya