NEW DELHI - Produsen Blackberry Research in Motion (RIM) bisa kembali bernafas, setidaknya hingga dua bulan ke depan. Pasalnya pemerintah India memberikan penangguhan pemblokiran Blackberry.
India memberikan penangguhan waktu pemblokiran Blackberry dalam dua bulan ke depan, setelah RIM akhirnya berjanji akan memberikan ijin akses kepada layanan pesan instan dan email Blackberry.
"RIM telah memberikan penawaran kepada badan penegak hukum India untuk mendapatkan akses yang sah yang akan segera dioperasionalkan. Namun begitu kelayakan dari solusi tersebut masih akan kami telaah lagi dalam kurun dua bulan ke depan," ujar juru bicara kementerian dalam negeri di India Onkar Kedia, seperti dilansir melalui Cellular News, Selasa (31/8/2010).
Dijelaskannya, India akan menilai solusia atas situasi itu dalam waktu 60 hari, setelah RIM berhasil mengadakan kemungkinan routing layanan Blackberry melalui server di India.
India sendiri menginginkan akses yang sah ke dalam email korporat yang terenkripsi dan instant messaging. Saat ini terdapat sekira satu juta pengguna Blackberry di India.
Sebelum memutuskan penangguhan ini, pemerintah India telah mengadakan pertemuan dengan pejabat dari departemen telekomunikasi, biro intelijen dan National Technical Research Organization.
Selain karena ditekan oleh pemerintah India, kesediaan RIM untuk menyajikan akses informasi tersebut juga dipicu oleh kepatuhan kompetitor Blackberry, Nokia, yang telah berkomitmen untuk menyediakan server di India. Nokia berjanji akan menyediakan server tersebut pada November nanti untuk memastikan pemerintah dapat mengakses trafik data yang berlangsung di Nokia.
RIM saat ini sedang menghadapi perhatian luas terkait isu enkripsi data yang kuat. Enkripsi ini memang salah satu hal yang sangat disukai oleh para pengguna internet karena jaminan keamanan informasi yang terjamin dan tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Namun hal ini dianggap menghambar kerja pemerintah dan badan keamanan negara untuk mengusut tindak kejahatan.
(Sarie )