Jaringan Buruk, BRTI Siapkan Sanksi Tegas

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis
Senin 14 September 2009 11:15 WIB
Ilustrasi suasana mudik (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Depkominfo bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengecek kesiapan operator menjelang Lebaran tahun ini. Jika layanan jaringan yang diberikan buruk, BRTI siap memberikan sanksi tegas.

"Tujuan dari kami melakukan ini benar-benar untuk melihat kesiapan operator dalam menggelar layanannya pada Lebaran 1430 H. BRTI mengantisapi jangan sampai jaringan saat ini bagus, akan tetapi ketika hari H justru bermasalah," tegas anggota BRTI Heru Sutadi kepada okezone di Jakarta, Senin (14/9/2009).

Pengecekan oleh BRTI bukanlah bentuk ketidakpercayaan pemerintah terhadap operator, yang sebelumnya telah melakukan drive test melalui tim internal. Akan tetapi, menurut Heru, ini lebih merupakan standar BRTI untuk menggelar drive test agar tidak mengecewakan masyarakat.

"Pengujian ini bukannya tidak mempercayai yang dilakukan operator, tapi ini merupakan standar BRTI untuk menggelar drive test," ungkap Heru.

Ditambahkan Heru, pemerintah akan memberikan sanksi tegas jika dalam pengujian nanti operator tidak bisa memberikan pelayanan jaringan yang memadai dan maksimal kepada penggunanya. Tanpa mau merinci lebih jauh sanksi yang dihadapi operator, Heru menjamin sanksi merujuk pada UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Telekomunikasi dan juga PP Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Terlebih pada PP 52 Tahun 2000, khususnya pada Pasal 15 ayat (1) menyebutkan, penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyediakan fasilitas telekomunikasi untuk menjamin kualitas pelayanan jasa telekomunikasi yang baik.

"Apabila nanti ada operator yang tidak bisa memberikan kualitas terbaiknya, sanksi akan diberikan dengan mengacu pada peraturan pemerintah dan undang-undang mengenai kualitas layanan," jamin Hersut, panggilan akrab Heru Sutadi.

(Susetyo Dwi Prihadi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya