JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengungkapkan, tingkat dropped call rata-rata operator telekomunikasi menjelang idul fitri mencapai lima persen. Selama ini banyak operator telekomunikasi yang mengklaim tingkat drop call-nya hanya di bawah satu persen.
Menurut anggota BRTI, Heru Sutadi, berdasarkan uji statik dan drive test di empat jalur utama mudik di Pulau Jawa, hasilnya menunjukkan Rasio Keberhasilan Panggil (success call rate/ SCR) Untuk empat jalur yang diuji, rata-rata semua operator SCR rate-nya (keberhasilan panggil) di atas 95 persen.
"Dengan dropped call maksimal lima persen dan rata-rata 2,5 persen Sementara untuk blocked call maksimal 3,61 persen dengan rata-rata blocked call sebesar 1,4 persen ," ujar Heru kepada okezone, Kamis (17/9/2009)
Dipaparkan Heru, untuk pengiriman SMS di empat jalur yang diuji, untuk semua operator penerimaan SMS masih di bawah 3 menit dengan rata-rata waktu penerimaan adalah 3 detik (on-net) dan 6 detik (off-net).
Hasil pengecekan pengecekan dilakukan terhadap operator baik yang memiliki lisensi telepon bergerak seluler maupun telepon tetap dengan mobilitas terbatas.
"Secara umum, dengan parameter SCR berupa dropped call dan block call yang masih dalam batas toleransi, relatif jaringan tersedia pada jalur yang dicek, kecuali untuk operator yang masih dalam tahap pengembangan jaringan, termasuk operator FWA yang tidak di semua wilayah terlayani," ujar Heru
Selain itu, BRTI juga mengingatkan beberapa potensi gangguan kualitas pelayanan telekomunikasi saat Hari Raya Idul Fitri mendatang, di antaranya adalah perubahan arah trafik dan Kualitas dan titik kemacetan.
"Dengan tradisi mudik, maka akan terjadi perubahan pola trafik originasi, dari kota-kota besar ke kota-kota kecil, Sehingga, kapasitas jaringan di kota-kota besar akan menjadi lengang namun sebaliknya akan menjadi padat di jalur-jalur mudik dan kota-kota tujuan," katanya.
Heru juga menghimbau kepada semua operator agar memperbaiki dan mempertahankan kualitas pelayanan jelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1430 H dan menyiapkan team yang siap sedia (stand by) 24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan.
(Stefanus Yugo Hindarto)