Advertisement
Advertisement

BMW PHK 1.800 Karyawan di China Imbas Anjloknya Penjualan

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 04 November 2026 |19:01 WIB
BMW PHK 1.800 Karyawan di China Imbas Anjloknya Penjualan
BMW PHK 1.800 Karyawan di China Imbas Anjloknya Penjualan (Dok BMW China via Car News China)
A
A
A

JAKARTA - BMW China dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.800 karyawan. Mereka yang kena PHK mayoritas staf produksi. 

1. PHK 1.800 Pegawai

Melansir Car News China, Rabu (4/11/2026), sekitar 10% atau 1.800 pekerja di BMW Brilliance Automotive (BBA) kena PHK per 2 November 2026. Informasi ini yang dikonfirmasi oleh sejumlah karyawan kepada AI4Robo. Sebagian besar karyawan yang terdampak adalah staf produksi garis depan di kantor pusat perusahaan di Shenyang, Provinsi Liaoning, China. 

Berdasarkan keterangan staf, perusahaan menawarkan paket pesangon dengan skema “N+5”. Komponen “N” dihitung berdasarkan gaji bulanan sebelum pajak, sementara komponen “5” dihitung berdasarkan gaji pokok (tidak termasuk bonus kinerja). 

BMW belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait PHK di China.

Perkembangan ini terjadi menyusul pengurangan tenaga kerja besar-besaran di kantor pusat global BMW di Jerman. Laporan menunjukkan, BMW Group berencana mengurangi jumlah karyawan secara global sebanyak kurang lebih 8.000 orang atau sekitar 5% dari total 154.000 tenaga kerja mereka. 

Berbeda dengan operasional di China yang lebih berfokus pada peran produksi, restrukturisasi di Jerman terutama menyasar posisi administratif, penelitian dan pengembangan (R&D), serta perencanaan proyek.

2. Penjualan Anjlok

Langkah PHK ini diambil di tengah tantangan finansial yang cukup berat yang dihadapi BMW. Pada paruh pertama tahun 2026, BMW Group melaporkan penurunan laba sebelum pajak sebesar 29,4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan margin EBIT segmen otomotif turun menjadi 3,6%. Angka ini jauh di bawah target jangka panjang perusahaan, yaitu 8% hingga 10%.

Angka pengiriman global untuk tiga kuartal pertama tahun 2026 juga turun 4,9%, dengan total sekitar 1,71 juta kendaraan. Pasar China, yang selama ini menjadi pasar terbesar bagi BMW, menghadapi tantangan yang cukup berat. 

 

Pengiriman kendaraan BMW dan Mini di China  turun 21,8% menjadi sekitar 376.000 unit pada periode yang sama. Akibatnya, pangsa pasar China terhadap total penjualan global BMW menyusut dari 32,3% pada 2023 menjadi 25,4% pada 2025.

Diketahui, BMW Brilliance Automotive didirikan pada Mei 2003 sebagai perusahaan patungan antara BMW Group dan Brilliance Group. Setelah adanya perubahan dalam struktur kepemilikan saham, saat ini BMW memegang 75% saham, sementara Brilliance memegang 25%.

Perusahaan yang berkantor pusat di Shenyang, Provinsi Liaoning, ini mencakup kegiatan penelitian dan pengembangan, pengadaan, produksi, serta penjualan kendaraan BMW di China, termasuk layanan purnajual. 

Basis produksi di Shenyang merupakan fasilitas produksi BMW Group yang terbesar di dunia. Model-model yang saat ini diproduksi di sana meliputi BMW Seri 5 long-wheelbase generasi terbaru, BMW i5 yang sepenuhnya bertenaga listrik, BMW Seri 3, X1, X3, dan X5, serta model Neue Klasse seperti BMW iX3 dan i3.


 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement