Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laporan Anthropic: China Gunakan AI untuk Serang Pembangkang dan Diaspora

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |14:28 WIB
Laporan Anthropic: China Gunakan AI untuk Serang Pembangkang dan Diaspora
llustrasi.
A
A
A

Anthropic juga mengidentifikasi operasi berafiliasi dengan pemerintah RRC di Suriah yang menggunakan Claude untuk melacak, membuat profil, dan merekrut orang-orang Uighur serta kelompok bersenjata Uighur. Target bersenjata tersebut adalah etnis Uighur yang baru saja bergabung dengan Tentara Suriah yang baru dibentuk—unit-unit yang oleh RRC dikategorikan sebagai organisasi teroris. Pelaku menggunakan Claude untuk mengidentifikasi individu di Suriah yang dinilai memiliki potensi akses ke kelompok-kelompok tersebut dan berupaya merekrut mereka dengan menawarkan imbalan uang sebagai ganti informasi intelijen. Secara bersamaan, pelaku menggunakan Claude untuk memetakan lokasi bisnis milik orang Uighur serta titik-titik penting lainnya di Suriah. Aktivitas ini berlangsung beriringan dengan kampanye pengawasan yang lebih luas terhadap diaspora Uighur. Anthropic menilai bahwa pelaku kemungkinan besar adalah kontraktor yang bekerja atas nama aparat keamanan negara RRC, bukan organ negara yang bertindak secara langsung, namun prioritas pengumpulan informasinya selaras dengan kepentingan keamanan dalam negeri RRC.

Laporan tersebut juga mendokumentasikan adanya aktor berbasis di China yang menggunakan Claude untuk menyusun spesifikasi pengendalian tembakan serta dokumen pengadaan bagi sistem senjata anti-torpedo bawah laut. Aktor tersebut menghasilkan proposal teknis setebal 200 halaman, materi presentasi untuk pimpinan, dan analisis perbandingan (benchmarking) terhadap sistem milik Angkatan Laut AS. Anthropic menilai bahwa aktor tersebut memiliki kaitan dengan industri pertahanan China.

Hal yang menjadi perhatian khusus adalah bagian yang mendokumentasikan kampanye dari China yang menargetkan jurnalis Uighur. Aktor tersebut menggunakan Claude untuk menyusun data yang diambil dari grup WhatsApp dan puluhan saluran Telegram guna membuat profil individu yang dianggap rentan akibat tekanan finansial, perpisahan keluarga, atau kekecewaan ideologis. Aktor tersebut mengidentifikasi target yang memiliki anggota keluarga di Xinjiang—sebuah celah yang hanya dapat dimanfaatkan oleh aparat keamanan dalam negeri RRC. Mereka merencanakan pelaporan massal terkoordinasi, upaya delegitimasi melalui pihak ketiga di luar negeri, serta amplifikasi menggunakan jaringan bot untuk menyerang jurnalis dari diaspora Uighur.

Operasi berbasis di China ini bukanlah kejadian tunggal. Anthropic melaporkan adanya kampanye serupa yang dilakukan oleh aktor Rusia dan Iran, termasuk operasi pengaruh yang berafiliasi dengan IRGC dan jaringan disinformasi otomatis. Namun, operasi pihak China menonjol karena cakupannya yang luas, strukturnya yang birokratis, serta keselarasan langsung dengan prioritas keamanan PKC.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement