Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Singapura Luncurkan Data Center Pertama yang Ditenagai Sel Otak Manusia Hidup

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |17:57 WIB
Singapura Luncurkan Data Center Pertama yang Ditenagai Sel Otak Manusia Hidup
Ilustrasi.
A
A
A

Menjaga agar "komputer-komputer" ini tetap beroperasi lebih menyerupai kegiatan pemeliharaan laboratorium daripada pengelolaan ruang server. Teknisi memberikan asupan berupa campuran gula, mikronutrien, dan buffer pH kepada sel-sel tersebut setiap tiga hari sekali, sementara sistem gas menyuplai karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen.

Menurut Chong, setiap unit CL1 mengonsumsi daya sekitar 30 watt, termasuk untuk peralatan pendukung kehidupannya. Sebagai perbandingan, prosesor AI Nvidia H100 SXM dapat mengonsumsi daya hingga 700 watt saat menangani beban kerja berat, sementara server yang dilengkapi dengan delapan chip tersebut bisa mengonsumsi sekitar 10.200 watt, termasuk perangkat keras pendukungnya.

Perbedaan konsumsi daya ini sangat relevan bagi Singapura, yang sempat menghentikan sementara pembangunan pusat data baru pada tahun 2019 akibat kekhawatiran mengenai penggunaan listrik dan air. Pusat data tercatat menyumbang sekitar 7% dari total konsumsi listrik negara tersebut pada tahun 2020.

Teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan silikon, yang menurut Chong masih "jauh lebih unggul" dalam melakukan penghitungan cepat dan berulang yang menjadi landasan bagi model bahasa besar seperti ChatGPT. Namun, sistem biologis memiliki kemampuan untuk belajar dari lebih sedikit contoh serta beradaptasi terhadap perubahan kondisi.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement