Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Genap Dua Tahun, Defend IT360 Perkuat Keamanan Bisnis lewat Virtual SOC Essential

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |15:19 WIB
Genap Dua Tahun, Defend IT360 Perkuat Keamanan Bisnis lewat Virtual SOC Essential
Defend IT360 hadirkan solusi keamanan siber yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang semakin terdigitalisasi. (Foto: dok Hypernet)
A
A
A

JAKARTA - Banyak perusahaan merasa sistem mereka sudah cukup aman—hingga suatu hari operasional terganggu, data tidak dapat diakses, atau bahkan kepercayaan pelanggan menurun akibat insiden siber yang tidak terdeteksi sejak awal.

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital, kebutuhan akan sistem keamanan yang proaktif dan berkelanjutan kini menjadi semakin krusial bagi bisnis modern. Tantangannya, tidak semua organisasi memiliki visibilitas penuh terhadap aktivitas ancaman di dalam sistem mereka. Keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga ahli, serta tingginya biaya untuk membangun sistem keamanan internal seringkali membuat perusahaan berada dalam posisi rentan tanpa disadari.

Perusahaan keamanan siber Defend IT360 resmi memasuki usia dua tahun pada Jumat (3/4/2026). Didirikan pada 2024 lalu, Defend IT360 (PT Data Enkripsi Informasi Teknologi) hadir membawa solusi keamanan siber yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang semakin terdigitalisasi.

Tak hanya berfokus pada perlindungan, Defend IT360 juga mengedepankan strategi keamanan yang mampu memastikan keberlanjutan dan ketangguhan bisnis di tengah ancaman siber global yang terus berkembang.

Pada 2025, kerugian global akibat serangan siber diperkirakan telah mencapai 10,5 triliun Dolar AS per tahun menurut Cybersecurity Ventures. Biaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari investigasi insiden, downtime operasional, kehilangan pelanggan, hingga denda regulasi dari otoritas terkait.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat kerugian akibat penipuan dan serangan siber telah menembus Rp476 miliar pada periode November 2024 hingga awal 2025. Tingginya angka ini semakin menegaskan bahwa ancaman siber bukan lagi risiko potensial, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap organisasi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement