Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Ancam Serangan Kantor Google, Microsoft, Hingga Nvidia di Timteng

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |20:20 WIB
Iran Ancam Serangan Kantor Google, Microsoft, Hingga Nvidia di Timteng
Ilustrasi. (Foto: Nurphoto)
A
A
A

JAKARTA - Iran telah menyatakan Google, Amazon, dan Microsoft sebagai "target sah" untuk diserang, dengan menerbitkan daftar kantor dan pusat data perusahaan-perusahaan teknologi tersebut di Timur Tengah. Langkah ini diumumkan Teheran di tengah semakin memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kantor Berita Iran, Tasnim, pada Rabu (11/3/2026) mengatakan Teheran sedang bersiap untuk menyerang "infrastruktur teknologi musuh".

Dalam sebuah unggahan di Telegram, Tasnim mencantumkan 29 kantor, pusat data, dan pusat penelitian milik tujuh perusahaan tersebut di Qatar, Israel, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Tasnim juga menyebut perusahaan teknologi AS, Nvidia, Palantir, IBM, dan Oracle sebagai target serangan.

"Seiring perang regional meluas menjadi perang infrastruktur, cakupan target sah Iran secara bertahap meluas," kata Tasnim dalam sebuah unggahan berjudul "Target Baru Iran".

 

Pekan lalu, pusat data Amazon di UEA dan Bahrain diserang oleh drone Iran.

Lokasi yang tercantum tidak hanya mencakup pusat data, tetapi juga kantor penjualan iklan dan pusat penelitian di kota-kota besar.

Perusahaan-perusahaan tersebut belum menyatakan apakah mereka telah mengambil langkah untuk melindungi staf, menutup kantor, atau menanggapi ancaman tersebut. Amazon mengevakuasi karyawan dari pusat data yang rusak minggu lalu.

Iran juga mengancam akan menyerang bank dan lembaga keuangan lainnya pada Rabu, dengan mengatakan bahwa orang-orang harus tetap berada di luar radius satu kilometer. Langkah ini tampaknya merupakan pembalasan setelah AS dan Israel mengebom bank-bank Iran.

Banyak perusahaan teknologi yang disebutkan Iran memiliki operasi signifikan di Timur Tengah, termasuk beberapa pusat data regional, karena pemerintah dan bisnis menuntut penyimpanan data lokal, serta operasi besar di Israel sebagai pusat keamanan siber.

 

Nvidia memiliki sekitar 5.000 staf di Israel dan menghabiskan USD 7 miliar untuk mengakuisisi perusahaan rintisan Israel, Mellanox, pada 2019. Google memiliki wilayah pusat data di Doha, dan Microsoft telah menyatakan rencananya membuka pusat data di Arab Saudi pada akhir tahun ini.

Serangan pekan lalu terhadap Amazon diyakini sebagai serangan militer pertama terhadap pusat data perusahaan teknologi AS.

Tindakan tersebut mengancam ambisi UEA dan Arab Saudi untuk memanfaatkan energi murah dan lahan yang melimpah guna menjadi pemain utama dalam infrastruktur AI.

Perusahaan teknologi dan negara-negara Teluk telah menguraikan rencana investasi besar untuk pusat data dalam beberapa tahun terakhir, karena pemerintah di wilayah tersebut berupaya beralih dari minyak dan mendapatkan dukungan dari AS, yang sedang berlomba dengan China mengembangkan sistem kecerdasan buatan canggih.

Pusat data biasanya berukuran besar dan sensitif terhadap gangguan, sehingga menjadi target yang rentan terhadap serangan.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement