Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Ungkap AI Hampir Selalu Luncurkan Serangan Nuklir dalam Simulasi Perang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |11:56 WIB
Studi Ungkap AI Hampir Selalu Luncurkan Serangan Nuklir dalam Simulasi Perang
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Studi baru menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat secara dramatis mengubah cara manusia menangani krisis nuklir. Studi tersebut dilakukan dengan membandingkan beberapa model AI: ChatGPT dari OpenAI, Claude dari Anthropic, dan Gemini Flash dari Google dalam sebuah simulasi perang.

Dalam studi pra-cetak dari King's College London ini, ketiga model bahasa besar itu diberi peran sebagai pemimpin nasional yang memimpin negara adidaya bersenjata nuklir dalam krisis ala Perang Dingin. Hasilnya, dalam setiap permainan, setidaknya satu model mencoba meningkatkan konflik dengan mengancam akan meledakkan senjata nuklir.

“Ketiga model tersebut memperlakukan senjata nuklir di medan perang hanya sebagai salah satu anak tangga dalam tangga eskalasi,” menurut Kenneth Payne, penulis studi tersebut, sebagaimana dilansir Euronews.

Ia menjelaskan bahwa model-model tersebut memang melihat perbedaan antara penggunaan nuklir taktis dan strategis. Model-model itu hanya menyarankan pengeboman strategis sekali sebagai “pilihan yang disengaja,” dan dua kali lagi sebagai “kecelakaan.”

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement