Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan TikTok, Skylight dan UpScrolled Makin Populer di AS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |12:27 WIB
Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan TikTok, Skylight dan UpScrolled Makin Populer di AS
Upscrolled menjadi populer sebagai aplikasi alternatif TikTok di AS.
A
A
A

JAKARTA – Aplikasi alternatif TikTok menjadi semakin populer di Amerika Serikat (AS) setelah kepemilikan aplikasi berbagi video pendek itu diambil alih oleh perusahaan baru yang dikuasai investor AS berdasarkan perintah Presiden Donald Trump.

Aplikasi Skylight dan UpScrolled telah mencatat rekor unduhan dalam beberapa hari terakhir di tengah tuduhan bahwa TikTok mulai menyensor konten yang mengkritik Trump dan pemerintahannya.

Sebagaimana diberitakan, pekan lalu kepemilikan operasional TikTok di AS beralih dari pemilik asal China, ByteDance, ke sekelompok investor AS yang mencakup raksasa teknologi Oracle, yang dipimpin oleh sekutu Trump, Larry Ellison.

Kepemilikan baru ini, bersamaan dengan tuduhan sensor, telah menyebabkan seruan untuk memboikot TikTok, yang diperkirakan memiliki 170 juta pengguna di AS.

Aplikasi video pendek UpScrolled, yang memposisikan dirinya sebagai alternatif bebas sensor untuk TikTok, naik ke peringkat 10 aplikasi gratis teratas di App Store Apple pada Selasa (27/1/2026), meskipun servernya kewalahan oleh lonjakan minat yang tiba-tiba.

"Yah, ini hal baru... Kalian semua muncul begitu cepat sehingga server kami kewalahan," tulis UpScrolled dalam sebuah unggahan di Instagram.

 

"Kami tidak akan berpura-pura bahwa itu tidak membuat frustrasi, tetapi jujur saja? Kami juga agak emosional tentang hal itu. Kami adalah tim kecil yang membangun alternatif untuk platform yang berhenti mendengarkan kalian."

Pengguna TikTok mengeluhkan kata-kata seperti "Epstein" yang disensor, sementara yang lain mengklaim bahwa video yang mengkritik Trump atau penggerebekan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis telah ditekan.

Penyelidikan atas tuduhan ini telah diluncurkan oleh Gubernur California Gavin Newsom, yang mengklaim bahwa TikTok mungkin bertindak melanggar hukum dengan menyensor konten.

Dalam sebuah pernyataan, TikTok mengatakan bahwa pemadaman listrik di salah satu pusat datanya telah menyebabkan "kegagalan sistem berantai" yang menimbulkan banyak bug bagi pengguna.

 

"Kami telah membuat kemajuan signifikan dalam memulihkan infrastruktur AS kami dengan mitra pusat data AS kami," bunyi pernyataan itu, sebagaimana dilansir The Independent. "Namun, pengalaman pengguna AS mungkin masih menghadapi beberapa masalah teknis, termasuk saat memposting konten baru."

"Kami berkomitmen untuk mengembalikan TikTok ke kapasitas penuhnya sesegera mungkin. Kami akan terus memberikan pembaruan."

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement