Disebutkan bahwa selama 7 detik pada tanggal itu, manusia dan semua benda yang tidak tertanam atau terkunci di tanah akan melayang. Pada detik ke‑7,3 gravitasi disebut kembali, dan semua yang melayang akan jatuh ke tanah.
Video tersebut juga mengklaim hilangnya gravitasi disebabkan oleh “perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam, yang diprediksi pada 2019 dengan probabilitas 94,7%. NASA telah mengetahui hal ini selama lima tahun.”
Namun, semua ini hanyalah hoaks—teori konspirasi yang tidak masuk akal dan menyalahi hukum fisika serta sains. Gravitasi atau daya tarik Bumi yang membuat benda menetap di tanah bukanlah sesuatu yang bisa dimatikan dan dihidupkan begitu saja.
Menurut penjelasan NASA, yang telah membantah klaim tersebut, gravitasi Bumi bergantung pada massa planet ini dan tidak bisa hilang begitu saja.
Selain itu, gelombang gravitasi sangat lemah, bergerak dengan kecepatan cahaya, dan membutuhkan alat pengukur paling akurat untuk mendeteksinya. Deteksi ini hanya menampilkan detik‑detik terakhir dari tumbukan, bukan sesuatu yang dapat diprediksi.