Meskipun lahir dari komunitas gaming, penggunaan Discord semakin meluas dan kini digunakan oleh berbagai kelompok lainnya. Strukturnya yang terorganisir membuatnya ideal untuk beragam komunitas, mulai dari kelompok belajar, seni, penggemar musik, bahkan kegiatan bisnis seperti diskusi pasar saham.
Discord menawarkan ruang yang lebih privat dan otentik dibandingkan media sosial arus utama, memungkinkan pengguna untuk menjadi diri sendiri dan berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang memiliki minat sama, tanpa tekanan untuk selalu tampil sempurna. Semua kelebihan ini membuat popularitas Discord meroket, terutama di kalangan Gen Z.
Popularitas dan fleksibilitas inilah yang pada akhirnya menjadikan Discord sebagai platform penyampaian aspirasi dan forum diskusi bagi anak-anak muda di Nepal. Ketika pemerintah mengambil langkah untuk membatasi berbagai media sosial di negara itu, Discord menjadi pilihan alternatif yang dapat diakses.
Para aktivis muda yang tergabung dalam kelompok "Hami Nepal" menggunakan server Discord sebagai pusat komando mereka. Puncaknya, Discord menjadi ruang untuk menggelar pemungutan suara (voting) online yang akhirnya menetapkan mantan Ketua Mahkamah Agung sebagai perdana menteri interim, pasca digulingkannya pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.
Menyusul peran penting aplikasi ini dalam demonstrasi di Nepal, bukan tidak mungkin Discord akan semakin luas digunakan di berbagai negara lain sebagai sebuah forum politik alternatif.
(Rahman Asmardika)