Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akselerasi Transformasi Digital, Infrastruktur Harus Digenjot Merata

Naufal Firnanda , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2024 |19:45 WIB
Akselerasi Transformasi Digital, Infrastruktur Harus Digenjot Merata
Akselerasi Transformasi Digital, Infrastruktur Harus Digenjot Merata (Naufal Firnanda)
A
A
A

JAKARTA – Ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk mengakselerasi transformasi digital sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. 

Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sigit Puspito Wigati Jarot, menyebut ada 4 aspek yang berkaitan dengan Asta Cita mengenai sektor telekomunikasi.

Salah satu aspek yang menjadi poin utamanya adalah penguatan talenta digital. Menurut Sigit, talenta digital perlu untuk digital savvy dan inovatif. Digital savvy di sini berarti para talenta hanya membutuhkan waktu yang cepat untuk dapat beradaptasi ketika ada inovasi dan perkembangan dalam industri digital.

“Talenta digital perlu digital savvy dan inovatif. Digital savvy berarti tidak perlu batasan ketika mengadopsi teknologi baru seperti menggunakan AI, blockchain, dan mungkin sebentar lagi akan kedatangan kuantum dan lain sebagainya, kemudian inovatif yang berfokus untuk mengembangkan dari hal itu,” ujar Sigit dalam diskusi 
“Sinergi Industri Digital Wujudukan Asta Cita” yang diselenggarakan IndoTelko Forum di Jakarta, Kamis (12/12/2024). 

Diskusi itu juga dihadiri beberapa pihak yang berasal dari berbagai sektor, yaitu pemerintah, industri telekomunikasi, dan masyarakat. 

Selain itu, fokus pada pembahasannya adalah terkait infrastrukur digital yang juga harus diakselerasikan secara merata dan berkualitas. Menurut data, penetrasi internet Indonesia sudah mencapai 80%. Namun, angka ini tidak beriringan dengan angka persentase per provinsi masyarakat yang mengakses internet. 

“Itu ternyata angkanya tidak setinggi itu, rata-ratanya mungkin 60%, bahkan ada provinsi yang rata-ratanya di bawah 50%,” kata Sigit.

Karena itu, menurutnya, pemerataan ini menjadi sangat penting untuk terus diperhatikan. 

“Jika kita tidak berhati-hati, Indonesia mungkin akan eksklusif, tertinggal secara digital,” lanjutnya.

Sigit mengatakan, Indonesia harus segera memaksimalkan minimal 2 infrastruktur digital, yakni dual-gigabit city di level perkotaan yang didukung dengan teknologi fiberisasi atau 5G.

Hal ini tentunya perlu diperhatikan lebih serius. Karena jika melihat ranking kecepatan internet di kawasan ASEAN, Indonesia menempati urutan ke-9 atau ke-3 dari bawah. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement