Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap-Siap, Mobil BYD Dikirim ke Konsumen Bulan Ini

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 20 Juni 2024 |13:40 WIB
Siap-Siap, Mobil BYD Dikirim ke Konsumen Bulan Ini
Siap-siap, mobil listrik BYD bakal dikirim ke konsumen bulan ini. (Dok BYD Motor Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - PT BYD Motor Indonesia siap mengirim unit mobil listriknya ke konsumen Tanah Air. Saat ini sedang proses pengiriman ke sejumlah dealer.

Diketahui, BYD Motor Indonesia telah meluncurkan 3 model mobil listriknya, yaitu Dolphin, Atto 3, serta Seal pada Februari 2024. Namun, sejak peluncuran hingga kini, pengiriman ke konsumen belum dilakukan.

Belakangan di media sosial beredar video sejumlah mobil BYD diangkut oleh towing. Hal ini menyiratkan mobil-mobil BYD segera dikirim ke konsumen.

Head of Marketing BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, membenarkan adanya mobil BYD yang merupakan impor CBU dari China siap didistribusikan ke dealer.

"Yang di medsos akhir-akhir ini adalah masih salah satu process yaitu pindah gudang BYD ke stock cabang-cabang untuk dipersiapkan dikirim ke customer dari masing-masing cabang khususnya yang antrian awal," kata Luther kepada Okezone, Kamis (20/6/2024).

Ia menyebut, ketiga model BYD itu siap dikirim ke konsumen pada bulan ini. Hal ini sejalan dengan komitmen pihaknya.

"Beberapa mobil-mobil untuk pengiriman awal ke customer kita sudah tiba di Jakarta dan sedang proses. Sesuai komitmen kita utk bisa dikirim ke customer bulan ini," ujarnya.

"Delivery adalah keseluruhan proses sampai tangan customer. Jadi kita fokus untuk memenuhinya," katanya.

 

Diketahui, konsumen sempat mengeluhkan lambannya pengiriman mobil BYD. Pasalnya, hingga 4 bulan sejak diluncurkan, belum ada mobil yang sampai ke tangan konsumen. 

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan hal tersebut terjadi karena BYD baru mendapat izin dari pemerintah. Ini terkait komitmen investasi mereka lakukan di Indonesia.

Bahlil menyampaikan rekomendasi perizinan impor mobil listrik BYD baru dikeluarkan pemerintah Indonesia. Hal ini menentukan seberapa besar jumlah impor yang diizinkan pemerintah Indonesia.

"Sebelum impor, BYD harus mempresentasikan terhadap berapa nilai investasi, kapasitas produksi. Sekarang kita kasih dulu kurang lebih sekitar 10 sampai 20 persen dari total kapasitas produksinya, saya lupa. Tapi saya sudah tanda tangani (izin impornya)," kata Menteri Bahlil kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement