Kehadiran brand asal China juga diharapkan dapat mengeluarkan Indonesia dari jebakan penjualan 1 juta unit mobil setiap tahunnya. Terlebih, pada kuartal pertama tahun 2024 penjualan mobil alami penurunan.
Nangoi mengungkapkan penurunan itu terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah Pemilu 2024 yang membuat masyarakat menahan diri. Selain itu, suku buka yang alami kenaikan juga menjadi penyebab utama.
“Industri otomotif kuartal pertama turun 22 persen, karena memang beberapa poin. Seperti bahan baku yang naik, adanya pengaruh agenda politik yang begitu besar dan saya melihat ada peraturan baru yang ketat sehingga penjualan terganggu,” ungkapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)