Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Kerja Lavender, Sistem AI Israel yang Targetkan Pembunuhan Warga Palestina di Gaza

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 04 April 2024 |13:15 WIB
Cara Kerja Lavender, Sistem AI Israel yang Targetkan Pembunuhan Warga Palestina di Gaza
Mobil yang hancur akibat serangan udara Israel yang menewaskan pekerja kemanusiaan World Central Kitchen (WCK), di antaranya warga asing, di Deir Al Balah, Gaza Tengah, 2 April 2024. (Foto: Reuters)
A
A
A

Petugas yang memeriksa keputusan penargetan Lavender sebagian besar hanya memeriksa untuk memastikan bahwa targetnya adalah laki-laki, meskipun setidaknya 10% dari target tersebut kemungkinan tidak ada hubungannya dengan Hamas, menurut “pemeriksaan internal”. Tidak jelas bagaimana pemeriksaan internal tersebut dilakukan atau apakah persentasenya jauh lebih tinggi. 

Sebagian besar target dibom di rumah mereka, menurut +972. Sistem otomatis lain yang digunakan bersama dengan Lavender, dijuluki “Where’s Daddy?” telah digunakan untuk menyerang sasaran di dalam rumah keluarga mereka. 

“Kami tidak tertarik untuk membunuh anggota (Hamas) hanya ketika mereka berada di gedung militer atau terlibat dalam aktivitas militer,” kata salah satu petugas yang tidak disebutkan namanya kepada publikasi tersebut.  

“Sebaliknya, IDF tanpa ragu mengebom rumah-rumah mereka, sebagai pilihan pertama. Jauh lebih mudah untuk mengebom rumah sebuah keluarga. Sistem ini dibangun untuk mencari mereka dalam situasi ini.” 

Laporan baru ini juga mengklaim target yang diidentifikasi oleh Lavender hanyalah militan junior, yang berarti militer Israel lebih suka menggunakan amunisi terarah atau “bom bodoh”, agar tidak menyia-nyiakan bom mahal pada target yang relatif tidak penting. Ini menyebabkan banyaknya korban jiwa, tak jarang seluruh keluarga musnah akibat pengeboman, menurut +972. 

Israel juga melonggarkan ambang batas jumlah warga sipil yang boleh dibunuh sebagai “kerusakan tambahan”. 

Dilaporkan +972, dalam sebuah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut dua sumber, tentara juga memutuskan pada minggu-minggu pertama perang bahwa, untuk setiap agen junior Hamas yang ditargetkan Lavender, diperbolehkan membunuh hingga 15 atau 20 warga sipil.  

Sumber tersebut menambahkan, jika sasarannya adalah pejabat senior Hamas dengan pangkat komandan batalion atau brigade, maka tentara dalam beberapa kesempatan mengizinkan pembunuhan lebih dari 100 warga sipil dalam pembunuhan seorang komandan tunggal. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement