Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pengemudi Mobil Lawan Arah Hindari Macet, Alasannya Ingin Antar Anak Sekolah

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 12 Maret 2024 |11:07 WIB
Viral Pengemudi Mobil Lawan Arah Hindari Macet, Alasannya Ingin Antar Anak Sekolah
Viral pengemudi lawan arah demi hindari macet, alasannya ingin anak antar sekolah. (Facebook/Komunitas Dashcam)
A
A
A

JAKARTA Viral di media sosial (medsos) video memperlihatkan mobil melaju lawan arah dengan kecepatan cukup tinggi. Padahal, di jalur berlawanan juga terdapat banyak kendaraan, baik roda dua maupun empat tengah melintas.

Sebagaimana dilihat di akun Facebook Komunitas Dashcam Indonesia, tampak dalam video itu kondisi lalu lintas tak teratur. Selain mobil, ada banyak sepeda motor yang juga melakukan pelanggaran.

Mobil hitam jenis MPV lawan arah untuk melewati kemaceta. Mobil tersebut terlihat berjalan zig zag saat dihadang oleh kendaraan yang terpasang kamera dasbor (dashcam).

Mobil yang berada di jalur seharusnya memberikan klakson panjang sebagai peringatan kepada pelawan arah untuk berhenti. Bukannya menghentikan lajunya, pengendara mobil LCGC yang melawan arah tetap melaju dan berhenti tepat di kendaraan yang merekam.

Setelah berhenti, pengemudi mobil yang melakukan pelanggaran itu turun dan menghampiri kendaraan yang merekam. Pria itu beralasan terburu-buru karena ingin mengantar anaknya sekolah.

“Saya nganterin anak sekolah, Pak,” kata pengendara mobil LCGC yang melawan arah dengan nada cukup tinggi.

“Sama, Pak, semua orang juga nganter anak sekolah,” balas pengendara mobil yang merekam video.

“Iya anak saya mau ujian,” kata pengendara mobil pelawan arah lagi.

“Ini pelanggaran yang dibiasain begini terus, Pak. Enggak, saya nggak mau. Bapak antre sama yang lain, Pak. Anak saya juga mau sekolah,” kata pengendara mobil yang merekam video.

“Nah, udah salah ngotot. Muter, muter, muter,” ucap lagi pengendara mobil yang merekam video.

Sementara itu, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan hal tersebut bisa menjadi contoh yang buruk bagi anaknya. Menurutnya, anak akan merekam hal tersebut dan melakukan pelanggaran yang sama seperti itu di masa depan.

“Jangan gampang berpikir dangkal, cari gampangnya, cari bangganya, pikirkan juga keselamatan orang lain. Mirisnya, mereka yang melanggar adalah orang tua, dan berisiko dicontoh oleh anak-anaknya,” kata Sony kepada MNC Portal Indonesia beberapa waktu lalu.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement