Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Menarik Tentang Hujan yang Tak Banyak Diketahui

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 01 Maret 2024 |08:00 WIB
7 Fakta Menarik Tentang Hujan yang Tak Banyak Diketahui
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Jabodetabek mulai sering diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir, yang mungkin menandai masuknya musim penghujan. Tak hanya fenomena jatuhnya air ke Bumi, hujan ternyata memiliki sejumlah fakta menarik yang tak banyak diketahui oleh orang-orang.  

Berikut fakta-fakta menarik tentang hujan, sebagaimana dihimpun dari Fox Weather: 

1. Hujan tidak selalu sampai ke tanah 

Saat hujan turun dari awan, biasanya air hujan akan turun ke tanah dan terkadang membuat banjir karena curahnya yang tinggi. Tapi tahukah bahwa hujan sebenarnya tidak selalu sampai ke tanah? Ini bisa terjadi jika udara sangat kering.  

Udara yang sangat kering dan cenderung panas akan membuat air hujan menguap sebelum mereka sampai ke tanah. Dan menariknya lagi, air hujan yang menguap sebelum sampai ke tanah ini memiliki julukan yang disebut Virga. 

  

2. Perlu 2 menit agar hujan sampai ke tanah 

Ketinggian jatuhnya air hujan sebenarnya sangat bervariasi. Tapi kecepatannya rata-rata di angka 14 mph, menurut Met Office Inggris. Jika diasumsikan awan hujan biasanya berada di ketinggian 2.500 kaki, maka butuh waktu dua menit untuk mencapai tanah. 

3. Berat air hujan berkisar 0,001 ons 

Menurut Departemen Fisika di Union University di Tennessee, berat air hujan pertetesnya rata-rata ada di kisaran 0,001 ons atau 0,034 gram. Berat air hujan ini sangat ringan, bahkan lebih ringan dari bulu mata manusia. 

  

4. Hujan menciptakan aroma khas 

Meskipun air umumnya tidak berbau, kita mungkin akan mencium aroma khas pada saat pertama kali hujan. Menurut EarthSky.org, aroma ini sebenarnya berasal dari kelembapan tanah yang dikenal sebagai "petrichor".  

Actinobacteri, mikroorganisme kecil yang dapat ditemukan di pedesaan dan perkotaan, serta di lingkungan laut merupakan penyumbang utama petrichor. Mereka menguraikan bahan organik yang mati menjadi senyawa yang berkontribusi menimbulkan aroma. 

 

 

5. Bentuk air hujan adalah bulat 

Selama ini bentuk air hujan digambarkan menyerupai tetesan air mata. Faktanya tidak demikian, menurut Survei Geologi Amerika Serikat, bentuk air hujan ternyata bulat menyerupai roti hamburger. 

  

6. Hujan tidak pernah turun di McMurdo Dry Valleys Antartika 

Gurun Atacama di Chili Utara dan Peru Selatan adalah tempat terkering di Bumi berdasarkan pengamatan meteorologi. Curah hujan rata-rata hanya 0,019 inci (0,5 milimeter) per tahun, menurut Rekor Dunia Guinness.  

NASA mengatakan itu gurun non-kutub terkering di planet ini. Namun, para ilmuwan percaya ada tempat yang bahkan lebih kering, yaitu McMurdo Dry Valleys Antartika, di mana beberapa daerah di san belum pernah melihat satu tetes pun hujan. 

  

7. Hujan paling sering turun di India 

Fakta menarik ketujuh tentang hujan adalah Mawsynram yang merupakan suatu desa di negara bagian Maghalaya India adalah tempat paling sering di turuni hujan di planet ini. Menurut WorldAtlas.com, rata-rata curah hujan 467,4 inci per tahun. 

Musim hujan India membawa angin lembap barat daya dari Teluk Benggala. Angin menabrak pegunungan Himalaya dan dipaksa naik ke pegunungan, yang meningkatkan curah hujan di sisi angin dan menurunkan curah hujan dalam jumlah besar di desa Mawsynram. 

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement