Panduan pengguna Apple memperingatkan agar tidak menggunakan headset Vision Pro saat mengemudi, sementara Tesla mengatakan pengemudi harus selalu “menjaga kendali dan tanggung jawab atas kendaraan Anda,” bahkan ketika dalam mode otonom.
Headset Apple Vision Pro mulai dijual di AS pada 2 Februari dengan banderol harga USD3.499 (sekira Rp55 juta).
Meskipun pengguna dapat melihat melalui kaca dalam beberapa mode, hal ini masih sangat membatasi penglihatan saat mengemudi.
Apple telah berusaha untuk tidak menyebut perangkat itu sebagai realitas virtual atau nama serupa lainnya, melainkan menyebutnya sebagai "komputasi spasial".
"Jangan menggambarkan pengalaman aplikasi Anda sebagai augmented reality (AR), virtual reality (VR), extended reality (XR), atau mixed reality (MR)," katanya dalam postingan blog yang menargetkan pengembang.
Video telah diposting secara online tentang orang-orang yang memakai headset di kereta bawah tanah New York dan di gym.
(Rahman Asmardika)