JAKARTA - Di tengah era digital yang semakin maju, ancaman serangan siber seperti ransomware, yang dapat mengenkripsi data korban dan meminta tebusan, terus mengintai setiap entitas bisnis.
Ironisnya, meskipun pentingnya keamanan data sudah tak diragukan lagi, masih banyak bisnis di Indonesia, terutama di sektor UMKM, yang belum melakukan backup untuk melindungi data mereka.
Alasan Utama UMKM Tidak Backup Data
Banyak UMKM menganggap backup data sebagai beban anggaran tambahan. Dengan perspektif jangka pendek, beberapa pemilik bisnis menganggap biaya awal dari penerapan solusi backup seperti biaya hardware, biaya lisensi software, dan biaya pemeliharaan sebagai pengeluaran yang tidak perlu.
Namun, dari perspektif yang lebih luas, kerugian akibat kehilangan data, baik akibat kesalahan manusia maupun serangan dunia maya, bisa berakibat fatal dan jauh lebih mahal daripada biaya investasi untuk solusi backup yang memadai.