JAKARTA - Jika tidak dirawat dengan baik, cat mobil rentan rusak. Estetika penampilan kendaraan bisa berkurang dan terlihat kusam saat berada di bawah terik matahari.
“Sebagai pengguna dan pemilik mobil, Anda sebaiknya memberi perhatian lebih terhadap hal ini. Jangan hanya fokus merawat mesin mobil, namun pastikan kondisi cat pada bodi mobil juga terjaga dengan baik,” tulis Suzuki dalam keterangan resmi.
Kerusakan cat mobil bisa disebabkan beberapa hal. Berikut 5 kebiasaan yang dapat menyebabkan cat mobil rusak, sebagaimana dirangkum pada Selasa (23/1/2024) :
1. Parkir di Tempat Terbuka
Tak sedikit orang memarkirkan mobilnya di tempat terbuka. Kebiasaan ini bisa merusak tampilan cat pada bodi mobil. Apalagi jika mobil cukup sering diparkir di luar ruangan atau bahkan setiap hari.
Parkir di tempat terbuka bakal membuat bodi mobil terpapar sinar matahari secara lansung. Panas sinar matahari ini bisa merusak cat pada bodi mobil, terutama jika berlangsung terus-menerus dan cuaca cukup panas.
Tak hanya itu, parkir di tempat terbuka juga berbahaya jika sedang hujan. Saat turun hujan, terjadi perubahan suhu yang cukup ekstrem dari panas ke dingin. Perubahan ini bisa berpengaruh pada cat mobil.
Perubahan suhu secara drastis akan menyebabkan cat pada bodi mobil jadi lebih cepat rusak. Jika kondisi ini terjadi berulang-ulang, kerusakannya bisa berlangsung semakin parah.
2. Cuci Mobil dengan Sembarang Sabun
Penyebab lain adalah kebiasaan mencuci dengan sembarang sabun. Kandungan kimia pada sabun dapat merusak dan mengikis cat. Pastikan dahulu kualitas sabun pembersih yang akan digunakan untuk mencuci mobil.
Disarankan untuk memilih jenis sabun yang khusus dipakai untuk membersihkan bodi mobil. Sabun khusus mobil sudah didesain dengan formula yang tepat. Selain itu, pH-nya seimbang sehingga tidak akan merusak cat pada bodi mobil.
3. Selimut Anti Air
Kebiasaan memakai selimut atau cover mobil yang tahan air ternyata tidak begitu dianjurkan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan cat mobil menjadi lebih cepat rusak dan mengelupas.
Cover yang antiair biasanya akan menahan lembab di antara cover dan permukaan bodi mobil. Situasi lembap ini akan bertahan terus-menerus dan terciptalah lingkungan yang ideal bagi jamur.
4. Parkir di Bawah Pohon
Tak sedikit pengendara memilih memarkir kendaraannya di bawah pohon karena teduh dan terhindar dari sinar matahari. Hal ini juga berbahaya. Saat parkir di bawah pohon, bisa saja mobil tertimpa daun-daun maupun ranting.
Terlebih getah dari pohon atau kotoran hewan bisa langsung mengenai bodi mobil dan dapat merusak catnya. Getah pohon juga bisa meninggalkan bekas noda yang membandel dan saat dibersihkan malah merusak cat pada bodi mobil.
5. Mengelap dengan Kain Kotor
Para pemilik mobil kerap tak menyadari kebiasaan ini. Banyak orang yang ternyata terbiasa mengelap bodi mobil menggunakan kain atau lap kotor.
Permukaan lap yang kotor bisa saja penuh dengan debu dan partikel kasar. Kotoran dan partikel kasar itu dapat meninggalkan goresan pada bodi mobil lalu merusak bagian catnya.
Jika ingin mengeringkan atau membersihkan mobil, pastikan untuk memakai lap yang benar-benar bersih. Pakailah microfiber atau lap yang permukaannya halus sehingga tidak akan meninggalkan bekas pada bodi mobil.
(Erha Aprili Ramadhoni)