JAKARTA – Penjualan mobil hybrid meningkat pesat pada 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2023, penjualan mobil hybrid di Indonesia mencapai 54 ribu unit.
Diketahui, pemerintah Indonesia tak memberikan insentif besar pada mobil hybrid, seperti kendaraan listrik berbasis baterai. Namun, mobil hybrid tetap menjadi pilihan konsumen Indonesia.
Meski penjualan mobil listrik berbasis baterai alami peningkatan pada 2023, angkanya terpaut jauh dari penerimaan mobil hybrid. Tercatat mobil yang menggabungkan mesin pembakaran internal dan motor penggerak listrik serta baterai itu menguasai pasar sebesar 5,4 persen sedangkan mobil listrik 1,7 persen.
“Hybrid dan listrik sama-sama 10 ribu unit di 2022. Di 2023 saat mobil listrik tembus 17 ribu unit, hybrid justru tembus 54 ribu unit. Ini tampaknya menjawab pertanyaan masyarakat akan kendaraan elektrifikasi. Karena mobil listrik bukanlah first time buyers,” ungkap Sekertaris Umum Gabungan Industri Kendaraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, Selasa (16/1/2024).
Ia menjelaskan alasan konsumen Indonesia lebih memilih mobil hybrid ketimbang mobil listrik. Selain harganya lebih murah, masyarakat tak perlu khawatir kehabisan baterai karena masih menggunakan bahan bakar.
“Hybrid hemat bahan bakar dan ada pilihan varian 7 seater. Sedangkan mobil listrik juga mengalami kenaikan, namun pilihannya (mobil termurah) masih mobil kecil,” ucap Kukuh.
Sepanjang 2023, Toyota Kijang Innova Zenix menjadi mobil terlaris dengan mencatatkan penjualan sebesar 66.460 unit. Varian hybrid mencatatkan penjualan terbesar pada periode Januari-Desember 2023.
(Erha Aprili Ramadhoni)