Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Gegara Gibran, Ini Fungsi Asam Sulfat untuk Kendaraan

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Rabu, 06 Desember 2023 |08:38 WIB
Viral Gegara Gibran, Ini Fungsi Asam Sulfat untuk Kendaraan
Ilustrasi mobil. (Doc. Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Gibran Rakabuming Raka, melakukan kesalahan ketika menyebutkan bahwa asam sulfat bermanfaat bagi ibu hamil.

Padahal, itu merupakan zat berbahaya yang biasa digunakan pada kendaraan bermotor.

Kesalahan tersebut membuat Gibran menjadi ramai diperbincangkan pada media sosial. Meskipun maksud dari Wali Kota Solo itu ingin menyampaikan asam folat yang memang dapat meningkatkan kesehatan bayi dalam kandungan.

 BACA JUGA:

“Ketika hamil harus dicek, ya, asam sulfat, yodiumnya terpenuhi nggak. Ketika anaknya lahir sampai dua tahun asinya terpenuhi nggak, berat badannya,” ujar Gibran dalam kegiatan Diskusi Ekonomi Kreatif.

Sebagai informasi, asam sulfat merupakan bahan untuk produk utama industri kimia, terutama bahan membuat baterai.

Kegunaan utamanya pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah, dan pengilangan minyak.

 BACA JUGA:

Melansir Auto2000, asam sulfat terdapat pada air aki zuur. Itu adalah jenis aki dengan kandungan elektrolit yang lebih pekat dibandingkan dengan air accu.

Air aki zuur berbahaya jika terkena kulit, karena dapat menimbulkan gatal-gatal dan iritasi.

Air aki terdiri dari asam sulfat yang telah diencerkan dengan air, yang umumnya dikenal juga sebagai air suling.

Sebab, air ini melewati proses penyulingan terlebih dahulu agar terbebas dari kandungan mineral.

Lalu dikutip dari Suzuki, larutan elektrolit asam sulfat berfungsi sebagai pengantar dan penyimpan daya listrik di dalam aki.

Penggunaan air aki zuur pada aki mobil adalah untuk melakukan pengisian cairan aki saat pertama kali mau digunakan karena memiliki sifat elektrolit yang kuat.

Kandungan asam sulfat yang pekat dapat membuat air zuur hanya digunakan untuk mengisi aki saat pertama kali. Air aki zuur tersebut lebih berwarna kekuning-kuningan, tapi juga ada yang bening, cara membedakan dengan aki biasa adalah kemasannya.

Air zuur sendiri memiliki kandungan elektrolit yang berperan signifikan dalam pengoperasian kinjera mobil. Komposisi air aki zuur dalam mobil biasanya mencapai 70 persen, sedangkan air aki biasa 30 persen.

Berdasarkan penjelasan tersebut, asam sulfat jelas sangat tidak baik untuk dikonsumsi oleh manusia. Pasalnya, ini dapat membuat iritasi pada kulit apabila terkena tumpahannya, dan bisa membuat material besi menjadi berkarat.

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement