JAKARTA - Starlink secara resmi meraih kontrak untuk menyediakan internet gratis di Meksiko, dengan nilai 89,90 juta dolar AS atau setara Rp1,39 triliun.
Dikutip dari Reuters, Jumat (17/11/2023), perusahaan internet berbasis satelit tersebut menurut keterangan Carlos Emiliano Calderon, coordinator of Mexico's digital strategy, memiliki tawaran harga yang jauh menarik ketimbang yang lain.
Alhasil perusahaan milik Elon Musk itu berhasil meraih kontrak sebagai penyediaan internet gratis yang bakal berlangsung hingga 2026 mendatang.
BACA JUGA:
Dan tidak hanya itu, Starlink juga akan menyediakan infrastruktur untuk perusahaan energi di negara berjuluk El Tri itu, dalam rentan waktu setidaknya hingga Desember 2026, menurut catatan dokumen yang beredar.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari proyek dari badan federal Meksiko, CFE Telecomunicaciones e Internet para Todos (CFE TEIT) dan penyedia konektivitas satelit SES untuk menutup kesenjangan konektivitas di Meksiko.
Starlink akan bergabung dengan delapan perusahaan telekomunikasi lainnya yang bekerja sama dengan CFE TEIT untuk menyediakan internet gratis di negara ini, dan empat perusahaan yang bekerja pada layanan telepon seluler milik negara.
BACA JUGA:
Selain Starlink, CFE TEIT juga memiliki kontrak dengan Apco Networks, Axess, GSAT, Next Telekom, SES, Tangerine Electronics, Televera Red, Viasat, dan Hispasat.
"Seiring dengan perkembangan teknologi, permintaan akan peningkatan konektivitas baik melalui jaringan broadband maupun jaringan bergerak terus meningkat," ujar Omar Trujillo, wakil presiden SES untuk wilayah Amerika.
"Sangat mengesankan melihat dampak luar biasa dari pendekatan inovatif pemerintah terhadap inklusi digital di mana CFE TEIT secara langsung membawa 4G ke daerah pedesaan dalam skala besar dan dalam jangka waktu yang singkat," tandasnya.
Sebagai catatan, Starlink saat ini memiliki layanan internet satelit di banyak negara besar.
Perusahaan ini juga memiliki solusi internet untuk kapal induk, kapal pesiar/perahu, rumah maupun perkantoran. Selanjutnya, di tahun mendatang, Starlink akan mulai menawarkan layanan direct-to-cell kepada pelanggan.
Ini berarti pelanggan, tanpa perlu meng-upgrade ponsel pintar karena dapat melakukan panggilan dan mengirim teks menggunakan satelit Starlink.
(Imantoko Kurniadi)