4. Nickel-Metal Hydride (NiMH)
Jenis baterai berikutnya adalah Nickel-Metal Hydride (NiMH). Baterai ini umumnya digunakan oleh mobil listrik hybrid (HEV). Baterai ini memiliki karakteristiknya tersendiri.
Secara umur pakai, baterai jenis NiMH dinilai lebih awet dibandingkan dengan baterai Lithium-ion. Selain itu baterai ini juga lebih mudah untuk didaur ulang. Untuk kekurangannya, baterai ini memiliki harga yang relatif tinggi dan suhunya cepat panas.
5. Sodium-ion
Selanjutnya, Sodium-ion. Sodium-ion merupakan jenis baterai yang memiliki kemiripan karakteristik dengan Lithium-ion. Perbedaannya hanya terdapat pada katoda dan elektrolitnya. Umumnya, baterai Lithium-ion menggunakan ion lithium katoda dan garam lithium. Sedangkan baterai sodium ion menggunakan ion sodium katoda dan garam sodium pada elektrolit nya.
Baterai jens Sodium-ion memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan Lithium-ion. Bedanya, baterai jenis ini memiliki jarak tempuh yang lebih pendek serta memiliki harga yang lebih murah.
6. Ternary Lithium-ion (NMC)
Terakhir, Ternary Lithium-ion (NMC) merupakan salah satu jenis baterai yang kerap digunakan pada beberapa mobil listrik. Baterai NMC ini menggunakan nikel sebagai bahan utamanya yang mampu untuk meningkatkan performa dari baterai lithium-ion.
Beralih ke karakteristiknya, baterai ini memiliki stabilitas termal yang baik, kapasitas yang tinggi, biaya relatif murah, hingga tegangan yang tinggi. Dengan karakteristik yang ditawarkan, tak heran jika baterai jenis NMC cukup populer dikalangan mobil listrik. (Alvitho Devano)
(Saliki Dwi Saputra )