Tim menemukan CBD dalam buah dan bunga tanaman yang dikenal sebagai trema micrantha blume, semak yang tumbuh di sebagian besar negara Amerika Selatan dan sering dianggap sebagai gulma, melansir dari Science Alert, Sabtu (28/10/2023).
CBD, yang semakin banyak digunakan oleh beberapa orang untuk mengobati kondisi termasuk epilepsi, nyeri kronis, dan kecemasan, merupakan salah satu senyawa aktif utama dalam ganja, bersama dengan tetrahydrocannabinol, atau THC zat yang membuat penggunanya merasa mabuk.
Efektivitas senyawa tersebut sebagai pengobatan medis masih dalam penelitian. Namun Neto mengatakan analisis kimia telah menemukan bahwa trema mengandung CBD tetapi bukan THC, sehingga meningkatkan kemungkinan adanya sumber baru yang bebas dari rintangan hukum.
BACA JUGA:
Untuk diketahui, ganja sendiri diatur begitu ketat di banyak negara. Bahkan beberapa negara melarang penggunaan ganja secara keras, termasuk di Indonesia. Dengan demikian, trema disebut bisa menjadi alternatif legal untuk menggunakan ganja.