JAKARTA - Aksi pasukan Hamas yang berhasil masuk ke Israel dengan Paramotor tuai sorotan duia.
Terlihat kendaraan serang melalui udara atau Air Assault Vehicle (AAV) itu berhasil membawa sejumlah pasukan elit Brigade Al-Qassam masuk ke wilayah Israel yang sangat terisolir dari pihak asing.
Berkat paramotor itu gerilyawan Hamas mampu membuat Israel Defense Force (IDF) kelabakan. Pasalnya mereka tidak menyangka Hamas mendadak masuk ke wilayah mereka dengan menggunakan paramotor.
Keberhasilan itu membuat banyak orang membicarakan kelihaian gerilyawan Hamas menggunakan paramotor untuk kebutuhan bertempur.

Menariknya berdasarkan cuitan pengamat penerbangan Indonesia, Gerry Soejatman, paramotor adalah kendaraan taktis yang memang sangat umum dimiliki oleh militer di berbagai negara di dunia.
Menurutnya TNI kerap melakukan latihan bertempur dengan menggunakan motor Paramotor. Kendaraan tempur itu menurutnya memiliki banyak kelebihan dibandingkan kendaraan serang melalui udara lainnya yaitu helikopter.
BACA JUGA:
"Hal ini sebenernya bukan hal yang baru maupun unik. Setahu saya konsep ini sudah dicoba oleh beberapa militer di dunia, termasuk pihak TNI," cuit Gerry di akun X miliknya, dikutip MNC Portal Indonesia, Rabu (11/10/2023).
Lalu apa sih perbedaan dan persamaan paramotor yang digunakan Hamas dan TNI? Berdasarkan pengamatan yang dilakuan MNC Portal Indonesia paramotor yang digunakan oleh keduanya memang nyaris sama.
Konsep paramotor yang digunakan juga tidak jauh berbeda. Paramotor yang digunakan oleh keduanya sama-sama berjenis paratrike. Hal itu terlihat dari penggunaan roda berukuran besar berjumlah tiga.