JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) telah meluncurkan motor listrik pertama mereka di Indonesia. Diyakini, EM1 e: sudah memenuhi syarat untuk masuk program bantuan pemerintah berupa subsidi Rp7 juta.
Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setyadi, meyakini Honda sudah memenuhi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Dia mengatakan saat ini pabrikan asal Jepang itu hanya tinggal memenuhi proses administrasi.
BACA JUGA:
“Pasti sudah (memenuhi syarat TKDN 40 persen) lah. Mereka punya pabrik di sini. Tinggal mungkin secara formal (memenuhi administrasi),” kata Budi, kepada wartawan di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Sekadar informasi, untuk masuk dalam program bantuan pemerintah, produsen harus memenuhi syarat berupa motor diproduksi secara lokal dan memiliki nilai TKDN minimal 40 persen.
Honda sebelumnya juga telah menegaskan bahwa mereka sedang mengupayakan untuk meningkatkan nilai TKDN motor listrik EM1 e:. Skuter listrik ini direncanakan bakal mulai didistribusikan pada akhir 2023 ini.
“Kemarin saya tanya mereka lagi proses untuk TKDN, tapi pastinya menurut saya sudah (memenuhi) TKDN. Cuma secara formal kan harus ada sertifikatnya. Secara yuridis mereka sudah dilakukan SI dan sebagainya,” ujar Budi.
Untuk saat ini, Honda belum meluncurkan harga resmi untuk motor listrik EM1 e:, meski sudah bisa dilakukan pemesanan. Mereka hanya memperkirakan skuter listrik itu akan dijual dengan kisaran harga Rp40-45 juta.
Apabila masuk dalam program subsidi Rp7 juta, maka Honda Em1 e: akan dibanderol mulai dari Rp37 juta. Tapi ini juga dinilai cukup tinggi jika melihat spesifikasi yang ada pada motor listrik tersebut.
Soal performa, skuter listrik kompak ini dibekali dengan motor listrik bertenaga 1,7 kW pada 540 rpm. Honda mengklaim EM1 e: dapat melaju dengan kecepatan maksimal mencapai 47 km/jam.