JAKARTA – Samsung mengadakan kompetisi Samsung Solve For Tomorrow (SSFT) pertama kali di Indonesia pada tahun 2023. Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia untuk menjadi inovator yang memberikan solusi inovatif berbasis science, technology, engineering, and math (STEM).
“Samsung Solve for Tomorrow merupakan media di mana anak-anak didorong dan diberdayakan untuk berani mengemukakan ide-ide mereka untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di dalam komunitas,” ungkap President Samsung Electrinics Indonesia, Simon Lee saat pengumuman pemenang SSFT 2023, Rabu (13/9/2023) di Jakarta.

Dari 309 tim yang mendaftar, terpilh 40 tim yang masuk ke semi-finalis dan berhasil mengikuti pelatihan-pelatihan untuk memperkuat ide yang dimiliki menjadi perencanaan yang efektif. Di babak final, terpilih 15 tim yang melakukan sesi presentasi dan interview dengan pakar di bidang STEM sebagai juri, termasuk Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Agama, Pusat Penelitian Teknologi Informasi & Komunikasi – Institute Teknologi Bandung, dan tim dari Samsung.
Setelah melalui rangkaian kompetisi dan training, terpilih tiga tim terbaik dan satu pemenang people choice yang berhasil meraih hadiah dari Samsung.
Juara pertama diraih oleh tim Dasher dari Madrasah TechnoNatura Depok, Jawa Barat. Mereka berhasil menciptakan solusi permasalahan keberlanjutan lewat Biomass Gasification yang memproduksi hidrogen dari biomassa sebagai solusi bahan bakar yang ramah lingkungan.
Solusi yang diberikan oleh tim Dasher untuk memproduksi hidrogen dengan menggunakan gasifier pintar berbasis AI yang akan mencapai proses produksi lebih murah. Perwakilan Tim Dasher mengungkapkan keinginan untuk saling berkolaborasi untuk menjadikan negara Indonesia lebih maju.
Sementara juara kedua diraih oleh tim RGB dari SMA Negeri 8 Jakarta. Mereka menciptakan KeywordRBG, aplikasi belajar yang mengintegrasikan AI dan gamification untuk membuat kegiatan belajar di kelas semakin menyenangkan. Aplikasi ini dapat digunakan baik guru maupun para siswa di sekolah.
Tim RGB berharap bisa melakukan kerja sama dengan Kemendikbud. Seperti yang diungkapkan oleh Nadiem Makarim saat pelaksanaan KTT di Newyork, guru dan siswa membutuhkan suatu platform yang berbasis pada pengguna.
BACA JUGA:
Juara ketiga diraih oleh tim Qalam Malaq dari SMA Negeri 78 Jakarta yang menciptakan solusi Microalgae Aquarium (Malaq) berisi microalgae yang efektif mengubah karbondioksida menjadi oksigen, cocok untuk menangani masalah polusi udara di perkotaan.
Salah satu anggota tim Qalam Malaq mengungkapkan harapan tim untuk bisa memberikan pengaruh baik bagi para generasi anak muda untuk bisa berinovasi dan berprestasi. Diketahui tim Qalam Malaq juga sudah memproses kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dan telah menargetkan dari pihak direktorat SMA dan sebagainya untuk bisa mendukung Malaq dan projek yang mereka miliki.
Melalui program ini diharapkan generasi emas Indonesia dapat menjawab permasalahan dengan solusi inovatif. Seperti yang diungkapkan Winner, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Rabu (13/9/2023).
“Ini adalah bekal yang sangat berharga bagi mereka sebagai calon-calon pemimpin masa depan bangsa ini” jelasnya. (Taja Aurora Bianca)
(Saliki Dwi Saputra )