JAKARTA - Mobil dengan teknologi tinggi belakangan menjadi idaman banyak orang. Padahal pengguna harus sadar ternyata kendaraan canggih berpotensi melanggar privasi pengguna lho.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan Mozilla menyebut, setidaknya ada 25 merek mobil yang dapat merusak privasi pemiliknya.
Laporan itu menemukan bahwa pabrikan otomotif dapat mengumpulkan dan membagikan data yang sangat pribadi, mulai dari ekspresi wajah, informasi kesehatan bahkan hingga aktivitas seksual.
Mirisnya lagi, data-data tersebut disebut dapat dijual kepada pihak ketiga, seperti dikutip dari Metro, Kamis (7/9/2023).
Dalam kasus Kia, kebijakan privasi yang mereka usung secara terang menyebut bahwa mereka dapat mengumpulkan informasi tentang ras, etnis, keyakinan agama atau filosofi, orientasi seksual, kehidupan seks dan pandangan politik.
Selain mengumpulkan berbagai macam data pribadi, separuh dari produsen dalam penelitian ini dapat berbagi informasi dengan pemerintah atau penegak hukum, dan dapat diminta secara langsung tanpa melalui putusan perintah pengadilan.
Dalam kasus Nissan, pengguna di Amerika Serikat harus bersiap untuk mengumpulkan data termasuk nomor SIM, nomor identifikasi nasional atau negara bagian, status kewarganegaraan, status imigrasi, ras, asal negara, keyakinan agama atau filosofi, orientasi seksual, aktivitas seksual, geolokasi yang tepat, data diagnosis kesehatan, dan informasi genetik.