Ini bisa terjadi karena tingkat awarenes pengelola situs atau akun resmi dari pemerintahan dan akademik terhadap keamananan siber masih rendah.
"Inilah yang seringkali menyebabkan situs atau akun media sosial milik pemerintahan dan akademisi disusupi situs judi online oleh peretas atau bahkan diambil alih kontrol akunnya oleh peretas, sehingga mereka dengan leluasa dapat mengganti konten di situs atau media sosial tersebut bahkan mengganti nama akun dan data credential yang dipergunakan untuk melakukan login." tandas pria kelahiran Cepu ini.
(Imantoko Kurniadi)