JAKARTA - Polemik rangka Enchanced Smart Arcitechture Frame (eSAF) yang viral karena karatan dan mudah keropos, hingga membuat skuter matik Honda patah terus bergulir.
Kini muncul petisi di chang.org, dengan judul 'Tarik Semua Sepeda Motor Honda dengan Rangka eSAF yang Membahayakan Jiwa Pengendera'.
Penggagas petisi ini dimulai oleh Andre Rivaldi, yang menekankan sangat berharap ada dukungan dari seluruh konsumen dan masyarakat, untuk sama-sama mendorong produsen secara adil dan bertanggung jawab mau untuk menarik semua sepeda motor yang menggunakan rangka eSAF, demi meminimalisir kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kerusakan eSAF.
"Belakangan ramai diberitakan konsumen sepeda motor Honda dengan rangka eSAF mengalami masalah, dimana rangka patah saat berkendara," tulis Andre, dikutip dari change.org, Minggu (27/8/2023).
"Hal ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa pengendara, terlebih lagi jika terjadi pada lalulintas ramai," katanya.
Selain itu Andre pun juga mengungkapkan rasa kekecewaanya terhadap respons Honda, yang diketahui telah buka suara terkait polemik rangka eSAF yang viral di media sosial.
"Namun tanggapan dari pihak produsen sangat merugikan konsumen sebab produsen hanya memberikan garansi selama 1 tahun atau 10 ribu kilometer, untuk rangka yang seharusnya merupakan komponen free maintenance selama ini," tegasnya.
"Maka kami mengharapkan dukungan dari seluruh konsumen dan masyarakat diberbagai lapisan untuk dapat meminta pertanggung jawaban dari produsen secara adil dan bertanggung jawab untuk menarik semua sepeda motor yang menggunakan rangka eSAF demi meminimalisir kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kerusakan yang mungkin terjadi pada rangka sepeda motor Honda," tandasnya.
Petisi ini, sudah mendapat 87 tanda tangan usai artikel ini tayang, dan rata-rata netizen juga mengungkapkan keluh kesah dan rasa kekecewaannya kepada Honda terdahap masalah eSAF.
"Harus ada recall, musibah tidak ada yang tahu, setidaknya dengan material bahan yang kuat di atas 10 tahun untuk rangka," tulis Muham***** di change.org.
"Tanggung jawab dong. Recall bukan aib tapi bentuk tanggung jawab," tulis Ari****
"Irit aja gak cukup kalau tulangmu lunak say," tulis Rah****
"Tanggung jawab adalah utama. Tapi keselamatan adalah paling utama," tulis Tho****
(Imantoko Kurniadi)